Di Pasar Obligasi, Investor Asing Bekerja dalam Sepi

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
30 November 2019 17:50
Namun investor asing masih melakukan akumulasi beli.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar obligasi pemerintah Indonesia minim dinamika pada perdagangan akhir pekan ini. Namun investor asing masih melakukan akumulasi beli.

Pada penutupan perdagangan kemarin, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah seri acuan tenor 10 tahun berada di 7,074%. Sama persis dengan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.




Meski pasar terlihat sepi, tetapi investor asing bekerja dalam diam. Per 27 November, kepemilikan investor asing di Surat Berharga Negara (SBN) tercatat Rp 1.062,22 triliun. Naik Rp 380 miliar dibandingkan akhir pekan lalu.


Sepertinya pasar obligasi global memang sedang kurang bergairah. Di Amerika Serikat (AS) saja, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun nyaris tidak bergerak pekan ini.

Investor agak menahan diri karena menanti perkembangan hubungan AS-China. Pekan ini, hubungan AS-China memburuk setelah Presiden AS Donald Trump meneken Undang-undang (UU) penegakan demokrasi dan hak asasi manusia di Hong Kong.  

"Saya meneken UU ini sebagai bentuk respek kepada Presiden Xi (Jinping), China, dan rakyat Hong Kong. UU ini disahkan dengan harapan pemimpin dan perwakilan China di Hong Kong dapat mengatasi perbedaan serta menciptakan perdamaian dan kemakmuran bagi semua," kata Trump melalui keterangan tertulis.

Seperti diduga, China pun murka. Kementerian Luar Negeri China menegaskan Beijing pasti akan melakukan 'serangan balasan'.

"Anda lihat saja. Apa yang akan terjadi, terjadilah," tegas Geng Shuang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, seperti dikutip dari Reuters.

Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng sudah memanggil Duta Besar AS Terry Branstad. Le menegaskan bahwa AS harus segera menghentikan upaya intervensi atas urusan rumah tangga China yang bisa membuat hubungan kedua negara menjadi buruk.

Kemesraan AS-China yang memudar membuat prospek damai dagang menjadi samar-samar. Kalau sampai kesepakatan dagang Fase I gagal dan api perang dagang kembali berkobar, maka rantai pasok global tidak akan pulih bahkan semakin parah. Perlambatan ekonomi bahkan resesi akan menjadi berita yang datang bertubi-tubi.

Situasi ini membuat pelaku pasar kurang nyaman untuk bermain agresif. Walau masih ada arus modal masuk, tetapi tidak mampu mengangkat harga obligasi.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading