Bos BCA Bicara Target 2020, Masihkah Optimistis?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 November 2019 17:22
Bos BCA Bicara Target 2020, Masihkah Optimistis?

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memasang target konservatif untuk pertumbuhan kredit tahun 2020. Hal ini mempertimbangkan kondisi perekonomian global yang diproyeksikan masih akan melambat.

Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja menargetkan, di tahun depan, kredit akan tumbuh di kisaran 7,7%-8%. Target ini sedikit lebih rendah dari proyeksi pertumbuhan sepanjang tahun 2019 di kisaran 8%-9%.

"Untuk 2020 jujur untuk strategi kami, rencana kerja yang akan kami sajikan ke OJK itu relatif konservatif. Kami ajukan kredit tumbuh hanya 7,7-8%," ucap Jahja dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi XI DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).



Jahja melanjutkan, strategi ini diterapkan karena kondisi perekonomian global sedang tidak pasti. "Yang penting jangan memaksakan growth kredit dalam kondisi yang tidak kondusif," kata dia menambahkan.

Adapun strategi yang akan diterapkan BCA ke depan adalah membatasi pinjaman dalam bentuk dolar AS dan mempertahankan level Loan to Depocit Ratio (LDR) di kisaran 81%.

Berdasarkan Indikator Likuiditas yang dipublikasikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),
LDRĀ perbankan di tahun depan diproyeksikan semakin mengetat di level 100,6%, namun, hal itu dinilai masih bisa berubah menyesuaikan dengan pertumbuhan kredit. Rasio LDRĀ adalah besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber (DPK).

Dari sektornya, BCA masih akan membidik 30-35% untuk korporasi, 30% untuk UMKM dan komersial, sisanya, sekitar 15-20% untuk kredit konsumer.



"Kita me-manage kredit secara hati-hati. Mending konservatif namun ketika ekonomi berkembang, kita siap untuk maju," kata Jahja menambahkan.

Hingga kuartal III-2019, pertumbuhan kredit BCA tumbuh 10,9% secara tahunan menjadi Rp585 triliun. Adapun, rasio kecukupan modal (CAR) dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) sebesar 23,8% dan 80,6%.

Simak alasan bank belum turunkan bunga

[Gambas:Video CNBC]



(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading