Tangisan Ciputra & Niat Bunuh Diri Buruh Migran

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
28 November 2019 16:07
Tangisan Ciputra & Niat Bunuh Diri Buruh Migran
Jakarta, CNBC Indonesia - Mendiang Ciputra meninggalkan pesan-pesan khusus kepada keluarganya. Semasa hidupnya banyak hal yang masih ia ingin lakukan dan harus diteruskan oleh generasi penerusnya.

Senior Director Ciputra Group, Tanan Herwandi Antonius menceritakan Ciputra sebagai sosok pimpinannya yang membumi, yang mau menolong mereka-mereka yang membutuhkan pertolongan.

Suatu kali, Antonius menemani mendiang Ciputra untuk melakukan wawancara khusus dengan salah satu media nasional. Ketika itu, mendiang Ciputra diperlihatkan tampilan buruh migran di Singapura yang sedang melakukan upaya buruh diri.

Responnya, mediang Ciputra langsung menangis. Dan memberi pesan khusus kepada anak buahnya tersebut.


"Pak Ci saat itu juga langsung meneteskan air matanya, dan kita semua kaget. Saat itu juga beliau berpesan, 'kita harus melatih buruh migran'," kata Antonius mengenang, Kamis (28/11/2019).

Akhirnya Ciputra Grup pun sesaat setelah itu memutuskan untuk melatih buruh migran sampai sekarang.

"Kami membantu mengembangkan pemberdayaan migran di Singapura dan Hong Kong. Kini sudah bekerja selama 8 tahun," tuturnya.

Setelah keinginan spontannya membantu buruh migran. Mediang Ciputra juga suatu kali pernah berpesan kepada Antonius, agar dirinya bisa melatih orang yang tak berdaya di Indonesia melalui entrepreneurship.

Antonius saat itu berpikir keras, siapa yang dia maksud orang yang tak berdaya dipikiran mediang Ciputra tersebut. Antonius pun terkejut dengan keinginan mediang Ciputra tersebut.

"Kamu harus bisa membantu mantan PSK [Pekerja Seks Komersial] yang sudah tua. Pak Ci memikirkan bagaimana masa depan mereka," ujar Antonius.

Kendati demikian, kali ini keinginan mediang Ciputra kala itu tidak bisa dipenuhi saat itu juga oleh Antonius. Antonius mengaku saat itu dirinya butuh beberapa hari untuk memikirkan dengan cara apa dia bisa mewujudkan keinginan bosnya itu.

"Saya tidak tahu caranya. Tapi beliau membicarakan terus menerus. Saya pun menganggap, bahwa ini pasti penting untuk dia. Bahwa rakyat telata, orang yang menderita ada di hati beliau," tuturnya.

Pada 2012, akhirnya Antonius berhasil mewujudkan keinginan mendiang Ciputra untuk memberdayakan perempuan-perempuan tersebut. Pertama kali yang dibantu adalah para perempuan-perempuan yang dulu mencari di lokalisasi Dupak Bangunsari di Surabaya.

Asal tahu saja, sebelum menutup lokalisasi Gang Dolly pada 2014, Walikota Surabaya Tri Rismaharini terlebih dahulu menutup lokalisasi Dupak Bangunsari pada 2012.

"Kami terlibat bersama Pemkot Surabaya untuk melatih entrepreneurship. Kami dipertemukan dengan perempuan-perempuan yang dahulu bekerja di lokalisasi Dupak Bangunsari. Itu pengalaman luar biasa. Dan kami melihat ada harapan baru untuk mereka," jelas Antonius.

Dari situ, kata Antonius mengenang, kalau mediang Ciputra ingin orang Indonesia bisa mendapatkan masa depan yang cerah. Caranya dengan menjadi entrepreneurship.

"Impian Pak Cik memang, beliau ingin banyak orang di Indonesia mendapatkan masa depan yang baru lewat entrepreneurship," kata dia. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading