Sri Mulyani Mau Beri Diskon PPh ke Emiten, Ini Komentar AEI

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
26 November 2019 11:09
Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Samsul Hidayat mengatakan AEI mengapresiasi kebijakan tersebut.
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah menurunkan tarif pajak penghasilan atau PPh Badan bagi perusahaan yang akan mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai akan mendorong penambahan jumlah emiten di bursa.

Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Samsul Hidayat mengatakan AEI mengapresiasi kebijakan tersebut. "Kami dari AEI sangat menyambut baik rencana tersebu. Ini akan memacu banyak perusahaan yang akan IPO," kata Samsul kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/11/2019). 


Akhir pekan lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan rencana pembuatan Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai Omnibus Law perihal perpajakan.


Dalam RUU tersebut salah isinya adalah pemerintah akan menurunkan tarif PPh Badan dari saat ini 25% menjadi 22% pada periode 2021-2022 dan dipangkas lagi menjadi 20% untuk periode 2023.

Selain itu, khusus untuk PPh badan bagi perusahaan yang melakukan IPO atau go public di BEI, pemerintah akan menurunkan pajak badan dengan penurunan sebesar 3%, dalam 5 tahun setelah perusahaan tersebut IPO.

Perhitungannya ialah PPh Badan perusahaan IPO turun dari 22% saat ini menjadi 19%. Sementara untuk IPO pada 2023 pajak PPh Badan akan turun dari 20% menjadi 17%.

"Kita juga akan menurunkan untuk pajak badan yang melakukan go public dengan pengurangan tarif PPh 3 persen lagi terutama untuk pengurangan hanya untuk go public baru selama 5 tahun sesudah mereka go public," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Istana Negara, Jumat ini (22/11/2019).

Selain bagi perusahaan yang mau IPO, insentif juga diberikan bagi investor pasar modal terutama berkaitan dengan dividen yang diperoleh investor dari laba bersih emiten, baik bagi wajib pajak (WP) orang pribadi maupun WP badan.

Samsul menambahkan, besaran potongan atau diskon pajak yang diberikan pemerintah tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi. Bagi AEI, lanjut Samsul, yang penting implementasi bisa segera dilaksanakan.

"Saya kira AEI rasional saja, yang penting benar-benar bisa terimplementasi. Kalau pun ada usulan, kami berharap ini secepatnya saja bisa diimplementasikan," pungkas Samsul.

Sri Mulyani Paparkan Insentif Pajak di Omnibus Law
[Gambas:Video CNBC]


(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading