Batal IPO Tahun Ini, Begini Rencana CEO Lion Air Selanjutnya

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 November 2019 15:29
Batal IPO Tahun Ini, Begini Rencana CEO Lion Air Selanjutnya

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen maskapai penerbangan domestik, PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air Group membenarkan penundaan rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) tahun ini dan diundur jadi tahun 2020.

"Tidak jadi tahun ini [IPO], mungkin tahun depan," kata CEO Lion Air, Edward Sirait kepada CNBC Indonesia, Kamis (21/11/2019).

Wajar saja manajemen perusahaan dengan logo singa merah ini menunda masuk bursa karena pertimbangan pasar yang belakangan ini masih kurang bergairah. Bila dilihat dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan IHSG, sejak awal tahun hingga 21 November 2019 terkoreksi 1,38%.


Situasi pasar saham domestik yang kurang kondusif tersebut dikhawatirkan akan membuat minat investor tidak terlalu baik. Penawaran saham di pasar perdana akan menjadi kurang maksimal.


"Sehubungan dengan IPO batal tahun ini. Hal tersebut terkait waktu," kata Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro, menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan ada kemungkinan terjadi penundaan rencana IPO Lion Air, menjadi tahun depan.

"Ya saya belum tahu karena sudah nyampein apa belum [soal IPO Lion], sudah sampaikan ya? Ya gitulah [batal tahun ini], ditunda mungkin [tahun depan]. Kan teman-teman [jurnalis] sudah tahu," kata Hoesen, usai membuka Syariah Investment Week 2019, di Bursa Efek Indonesia, Kamis ini (21/11/2019).

Ketika ditanya apakah penundaan IPO tersebut berkaitan dengan situasi pasar saham yang belakangan ini masih tertekan, Hoesen enggan menjelaskan lebih rinci. "Saya enggak mengerti, mereka mungkin kesiapan dan lain-lain," tegas mantan Direktur Danareksa ini.

Seperti dituliskan sebelumnya, Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna tidak menampik bahwa Lion Air saat ini memang dalam proses menjadi perusahaan publik. Hanya, Nyoman tidak ingin menjelaskan lebih rinci mengenai detail materi mini expose yang dibahas dengan Lion Air.

"Saya tidak bisa menyampaikan konfirmasi betul ada tidak perusahaan, kita hargai prosesnya (Lion Air) karena itu masih dijagain semuanya, saya tidak bilang satu dua perusahaan," ungkap Nyoman di BEI, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Maskapai yang dimiliki Rusdi Kirana ini sudah mengajukan ke BEI untuk IPO dan masuk pipeline calon perusahaan tercatat. Nantinya, Lion air masuk dalam sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi.

Bila terealisasi, Lion Air akan menjadi maskapai komersial keempat yang tercatat di BEI setelah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) induk dari Garuda dan Citilink, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP), dan Indonesia Air milik Grup MNC lewat bendera PT Indonesia Transport and Infrastructure Tbk (IATA). (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading