Wamenhan ke Kantor Erick, Bahas Holding BUMN Pertahanan?

Market - Sandi Ferry, CNBC Indonesia
18 November 2019 19:42
Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono pada Senin malam ini (18/11/2019) datang ke kantor Kementerian BUMN.
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono pada Senin malam ini (18/11/2019) datang ke kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat. Hanya saja belum terungkap apa agenda utama kedatangan mantan Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut.

Menurut pantauan, Wahyu tiba di gedung Kementerian BUMN sekitar pukul 18.20 WIB menumpangi mobil warna hitam. 
Wahyu yang mengenakan kemeja batik, langsung memasuki gedung.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan kedatangan wamenhan tersebut tentunya bersinggungan dengan industri pertahanan. "J
adi ini akan, [bersentuhan dengan industri pertahanan], misalnya PT Pindad dan kawan-kawanlah [BUMN pertahanan]. Pasti bersinggungan dengan itu," kata Arya, Senin (18/11/2019).



"Bisa jadi ya [perbincangan industri pertahanan]. Apalagi Pak Menhan [Menteri Pertahanan Prabowo Subianto] sangat concern dengan industri pertahanan kan jadi pembicaraannya enggak jauh dari situ. Apalagi kantor wamenhan dekat," kata Arya.

Hanya saja belum terungkap apakah kedatangan Wamenhan terkait dengan kelanjutan holding BUMN pertahanan atau tidak. 

Kementerian BUMN pada era Menteri Rini Soemarno sebelumnya juga memastikan akan terdapat holding baru yakni di bidang industri pertahanan dan media.

"Kita masih bikin holding, di tempat saya holding pertahanan sekarang. Belakangannya media," ujar Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Kamis (29/8/2019).


Holding pertahanan akan berisi beberapa BUMN yakni Pindad (senjata api), PT PAL, PT Dahana (bahan peledak), PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT LEN Industri, PT INTI, dan PT Industri Nuklir Indonesia. Untuk PTDI tak masuk Holding Penerbangan karena lebih dilihat dari sisi industrinya bukan dari sisi jasa.

Holding pertahanan ini sedang dalam proses pengajuan. "Lagi dibahas dengan Kementerian Keuangan,
surat bu menteri (Rini Soemarno, Menteri BUMN era Jokowi periode I) sudah ke sana nanti diharmonisasi."

Fajar menjelaskan proses pembentukan holding pertambangan ini digagas sejak 2016, tepatnya sejak ada keputusan pada Februari 2016 soal pembentukan holding-holding BUMN. Secara perlahan, satu demi satu dilaksanakan sampai sekarang. "Ini perintah presiden [Jokowi] kan."


Akankah BUMN pertahanan dibentuk?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading