Catat! IPO Alibaba Resmi Dimulai, Harganya Rp 339.340/saham

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
15 November 2019 14:35
Catat! IPO Alibaba Resmi Dimulai, Harganya Rp 339.340/saham

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa e-commerce asal China, Alibaba, resmi mulai menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Hong Kong dengan kode saham 9988 pada Jumat ini (15/11/2019). Sebelumnya pada 2014 perusahaan sudah tercatat atau listing di New York Stock Exchange (NYSE).

Berdasarkan pernyataan resminya, manajemen Alibaba mengungkapkan jumlah penawaran saham yang dilepas yakni mencapai 500 juta saham, terdiri dari 12,50 juta saham baru dalam penawaran umum ritel publik dan 487,50 juta saham untuk penawaran global.

Public retail offering atau IPO ini akan berlangsung pada Jumat, 15 November, pukul 09:00 waktu Hong Kong, dan akan ditutup Rabu, 20 November 2019, pukul 12:00 waktu Hong Kong.


Tiap ADS (American depositary share) merepresentasikan 8 saham biasa, akan tetap terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek New York (New York Stock Exchange/NYSE).


Setelah terdaftar di Hong Kong, saham-saham yang didaftarkan di Hong Kong akan sepenuhnya bisa dipertukarkan (fungible) senilai dengan ADS yang didaftarkan di NYSE, bursa tempat Alibaba pertama kali tercatat. ADS adalah tanda terima untuk pembelian saham dari perusahaan luar negeri yang tercatat dalam Bursa di AS.

Harga IPO ini tidak akan lebih dari HK$ 188,00 per saham. Adapun harga penawaran untuk international tranche (saham yang bisa dipecah ke dalam unit kecil untuk selanjutnya ditawarkan kembali kepada investor lain) akan ditetapkan lebih tinggi dari harga maksimal pada public retail offering.

Dengan asumsi kurs Rp 1.805/HK$, maka harga IPO Alibaba sekitar Rp 339.340/saham


Alibaba juga akan menetapkan harga penawaran internasional pada 20 November 2019, waktu Hong Kong, dengan mempertimbangkan, antara lain, harga penutupan ADS di NYSE pada atau sebelum tanggal perdagangan terakhir dan permintaan investor selama proses pemasaran.

Harga IPO 
akan ditetapkan lebih rendah dari harga penawaran internasional dan harga maksimal IPO ini adalah HK$ 188,00 per saham. Saham akan diperdagangkan dalam lot yang masing-masing terdiri dari 100 saham.

"Alibaba Group digerakkan oleh misi kami untuk memudahkan cara berbisnis di manapun dengan visi untuk menjadi perusahaan yang berkarya selama 102 tahun," ujar
Daniel Zhang, Executive Chairman dan Chief Executive Officer, dalam siaran pers diterima CNBC Indonesia, Jumat (15/11/2019).

Foto: Daniel Zhang, Executive Chairman dan Chief Executive Officer Alibaba/Alibabanews


"Kami bertujuan untuk melayani konsumen di seluruh dunia, 1 miliar di antaranya merupakan konsumen di Tiongkok, dan memfasilitasi lebih dari konsumsi senilai RMB 10 triliun di platform kami selama 5 tahun ke depan dengan terus menjalankan tiga pilar strategis kami, yaitu globalisasi, konsumsi domestik dan maha data yang didukung komputasi awan," tegas Daniel.

"Hong Kong adalah salah satu pusat keuangan paling penting di dunia, dan kami sangat berterima kasih atas kesempatan untuk berpartisipasi dalam masa depan Hong Kong," katanya lagi.

Dia mengatakan pencatatan di Bursa Hong Kong akan memungkinkan adanya dorongan lebih banyak pengguna Alibaba dan pemegang saham perusahaan digital itu untuk berinvestasi dan ikut menikmati hasil dari pertumbuhan bisnis Alibaba.


Selain mengembangkan basis investor Alibaba, penawaran saham ini akan menjangkau potensi permodalan baru di Asia dan menciptakan kesempatan bagi para investor global untuk memperdagangkan saham Alibaba.

Jumlah total saham yang tersedia dalam penawaran publik ritel bisa disesuaikan hingga maksimal 50 juta saham baru, yang merepresentasikan 10% total saham awal yang tersedia di penawaran.

Artinya perseroan menyediakan tambahan saham baru jika permintaan saham pada IPO ini membludak melebihi jumlah saham yang ditawarkan alias oversubscribe, dengan mekanisme claw-back. Claw-back adalah mekanisme di mana permintaan saham pada pooling melebihi porsi beberapa kali dari porsi yang tersedia.

Dengan ini, Alibaba membuka kesempatan bagi para
underwriter (perusahaan penjamin emisi) internasional untuk mengambil opsi over-allotment atau penjatahan tambahan untuk membeli 75 juta saham baru.

Alibaba berencana menggunakan dana yang terkumpul dari penawaran saham ini untuk mengimplementasi strateginya dalam menggerakkan pertumbuhan dan interaksi dengan pengguna; memberdayakan pebisnis untuk memfasilitasi transformasi digital dan terus berinovasi dan berinvestasi untuk jangka panjang.

Dengan harga saham paling rendah HK$ 188,00 per saham, dan jumlah saham hingga 500 juta, maka diestimasi Alibaba bisa meraih dana hingga mencapai HK$ 94 miliar atau setara dengan Rp 170 triliun (asumsi kurs Rp 1.805/HK$). 

Nilai ini juga tak jauh berbeda dengan jumlah yang diungkapkan sumber Alibaba yang dikutip CNBC International, Kamis lalu yakni US$ 13 miliar atau sekitar Rp 182 triliun (estimasi kurs Rp 14.000/US$) dari IPO kedua kalinya ini.

Sebelum akan tercatat di Hong Kong, Alibaba telah lebih dulu melakukan IPO pada tahun 2014 di NYSE, AS, tepatnya pada 19 September. Secondary listing di Bursa Hong Kong tidak akan mempengaruhi status perusahaan di bursa New York.

IPO Alibaba di NYSE masih tercatat sebagai IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dunia, mengumpulkan dana hingga US$ 25 miliar atau setara dengan Rp 350 triliun.

Perolehan tersebut merupakan nilai IPO terbesar di dunia, melampaui capaian dari Bank Pertanian China (Agricultural Bank of China) yang memperoleh US$ 22,1 miliar pada debut perdana di bursa saham Hong Kong.


Simak cerita IPO Alibaba di Wall Street

 

[Gambas:Video CNBC]

 

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading