Schroders: 2020 Obligasi RI Masih jadi Incaran, Bukan Saham

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 November 2019 14:12
Sedangkan, di pasar saham justru terjadi arus modal keluar sebesar Rp 22,34 triliun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajer investasi memproyeksikan tren rebalancing porftolio investasi dari aset saham ke surat utang negara (SUN) atau obligasi korporasi bakal berlanjut di tahun 2020.

Direktur dan Portfolio Manager PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders) Irwanti menjelaskan, fenomena ini terjadi karena situasi pasar saham masih belum kondusif seiring masih belum jelasnya negosiasi perdagangan Amerika Serikat dengan China.

Data Schroders mencatat, sepanjang awal tahun hingga pertengahan November, aliran modal asing (capital inflows) yang masuk ke Indonesia melalui instrumen SUN mencapai US$ 12 miliar, atau sekitar Rp 186 triliun. Sedangkan, di pasar saham justru terjadi arus modal keluar sebesar Rp 22,34 triliun.

"Tren ke depan akan mirip seperti itu di mana capital inflows yang masuk ke obligasi berlanjut," ucap Irwanti, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Kamis (14/11/2019).


Harus diakui, imbal hasil obligasi Indonesia, mengacu data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) masih lebih menarik di level 7,05% ketimbang US Treasury tenor 10 tahun imbal hasilnya hanya 1,87%.

Alhasil, bila situasi global masih tak menentu, memburu aset berisiko rendah dengan imbal hasil lebih baik jadi pilihan investor. Sebaliknya, bila perang dagang mereda, investor akan kembali melirik aset berisiko seperti saham.

"Ketidakpastian masih akan menaungi 2020, kami melihat peluang investor masih dapat capital gain masih ada di 2020 di SUN dibanding saham," jelas Irwanti.

Adapun, untuk investasi portofolio saham, Schroders cenderung berinvetasi di sektor yang defensif dan konservatif seperti sektor konsumer dan telekomunikasi yang masih punya ruang untuk tumbuh. Sisi lain, sektor yang juga dijagokan Schroders adalah saham-saham perbankan karena diuntungkan dari penurunan suku bunga acuan.

"Ketiga sektor tersebut saat ini memang masih paling besar dari nilai kapitalisasi pasar," tandasnya.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading