Asing Bawa Kabur Rp 22 T di Pasar Reguler, ke Mana Pindahnya?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 November 2019 15:11
Asing Bawa Kabur Rp 22 T di Pasar Reguler, ke Mana Pindahnya?

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai jual bersih investor asing atau net sell di Bursa Efek Indonesia (BEI) di sepanjang tahun ini hingga Kamis (14/11/2019) mencapai Rp 22,41 triliun khusus di pasar reguler. Adapun di semua pasar, asing masih membukukan beli bersih atau net buy Rp 39,83 triliun.

Data BEI mencatat, dalam sepekan terakhir, saham-saham perbankan juga banyak dilepas asing sehingga net sell di semua pasar mencapai Rp 1,96 triliun. Dalam sebulan terakhir, asing bahkan sudah melepas saham-saham di bursa domestik mencapai Rp 5,29 triliun.

Analis menilai investor asing masih menerapkan strategi rebalancing portfolio investasi dari saham ke instrumen surat berharga negara (SBN) atau obligasi korporasi.



Suria Dharma, Head of Research PT Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan investor mulai mengalihkan aset dari saham ke obligasi karena dari sisi imbal hasil (yield) obligasi Indonesia masih lebih besar dibandingkan dengan imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun di Amerika Serikat atau US Treasury.

Sebagai acuan, data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun hanya 1,87%. Sedangkan, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun Indonesia alias Surat Utang Negara (SUN) masih di level 7,05%.

"Investor pindah ke obligasi karena selisih obligasi Indonesia tenor 10 tahun dengan US Treasury lebih tinggi dari rata-rata historisnya," kata Suria Dharma, kepada CNBC Indonesia, Kamis (14/11/2019).


Wawan Hendrayana, Head of Investment Research Infovesta Utama berpendapat, aksi jual bersih dilakukan investor asing mengingat melambatnya pertumbuhan ekonomi global yang berimbas pada ekonomi domestik yang juga terpengaruh.

Ini terlihat dari melambatnya pertumbuhan pendapatan emiten di BEI.

"Di saat seperti ini tren suku bunga turun membuat obligasi menjadi sangat menarik karena menawarkan imbal hasil yang terukur dengan risiko minimal. Asing rebalancing ke SUN," ungkapnya, Kamis (14/11/2019).

Dari sisi kinerja, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date masih minus 1,94%.

Perombakan direksi BUMN positifkah?

[Gambas:Video CNBC]

 

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading