Bidik Rp 182 T, Alibaba Siap Listing ke-2 di Bursa Hong Kong

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
14 November 2019 11:02
Bidik Rp 182 T, Alibaba Siap Listing ke-2 di Bursa Hong Kong

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa e-commerce asal China, Alibaba, siap melakukan secondary listing atau mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Hong Kong, paling lambat pada akhir November ini. Sebelumnya pada 2014 perusahaan sudah tercatat atau listing di New York Stock Exchange (NYSE).

Perusahaan berharap memperoleh dana hingga US$ 13 miliar atau sekitar Rp 182 triliun (estimasi kurs Rp 14.000/US$) dari IPO kedua kalinya ini. Hal itu disampaikan seorang sumber yang mengetahui kabar itu kepada CNBC International, Kamis (14/11/2019).

Alibaba akan menerbitkan 500 juta saham biasa baru pada secondary listing tersebut. Namun perusahaan juga menyediakan opsi greenshoe, yang memungkinkan bank penjamin menjual 75 juta saham tambahan.



Dalam istilah pasar modal, greenshoe atau opsi penjatahan lebih alias over allotment option lazim dilakukan emiten guna menstabilkan harga saham.

Adapun yang dimaksud
stabilisasi harga saham adalah mekanisme pembelian saham oleh agen stabilisasi untuk mencegah turunnya harga saham di bawah harga IPO usai penawaran umum tersebut.

"
Alibaba mendapat lampu hijau dari regulator Hong Kong pada Selasa untuk melanjutkan penjualan saham," kata sumber itu, seperti dikutip dari CNBC International.


Sebelumnya, Reuters dan South China Morning Post telah melaporkan bahwa dari penjualan saham IPO tersebut, raksasa e-commerce dunia yang didirikan Jack Ma itu bisa memperoleh dana sekitar US$ 10 miliar hingga US$ 15 miliar.

Sebelum akan tercatat di Hong Kong, Alibaba telah lebih dulu melakukan IPO pada tahun 2014 di NYSE, AS, tepatnya pada 19 September. Secondary listing di Bursa Hong Kong tidak akan mempengaruhi status perusahaan di bursa New York.

IPO Alibaba di NYSE masih tercatat sebagai IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dunia, mengumpulkan dana hingga US$ 25 miliar atau setara dengan Rp 350 triliun.

Perolehan tersebut merupakan nilai IPO terbesar di dunia, melampaui capaian dari Bank Pertanian China (Agricultural Bank of China) yang memperoleh US$ 22,1 miliar pada debut perdana di bursa saham Hong Kong.


Sebelumnya pada saat pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commission/SEC), Rabu, Alibaba telah mengkonfirmasi bahwa perusahaan telah mengajukan aplikasi untuk melakukan secondary listing di bursa saham Hong Kong. Perusahaan juga mengatakan bahwa NYSE masih akan terus menjadi tempat listing utamanya.

Simak cerita IPO Alibaba di Wall Street

[Gambas:Video CNBC]

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading