Harga Batu Bara Belum Lepas dari Tekanan, Ada Apa?

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
01 November 2019 11:25
Kinerja impor batu bara di berbagai negara belahan dunia terutama Asia di bulan Oktober masih loyo dan bikin harga tertekan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Belum lama terangkat, harga komoditas batu bara kembali terkoreksi. Kinerja impor batu bara di berbagai negara belahan dunia terutama Asia di bulan Oktober masih loyo dan bikin harga tertekan.

Harga batu bara kontrak ICE Newcastle ditutup berada di level US$ 67,1/ton kemarin, terkoreksi 40 sen atau 0,59% dibanding periode perdagangan sebelumnya (30/10/2019).




Walau International Energy Agency (IEA) memprediksi permintaan batu bara masih akan terus meningkat di kawasan Asia, tetapi impor batu bara awal kuartal IV-2019 justru melemah.

Berdasarkan data Refinitiv impor batu bara China pada bulan Oktober mencapai 16,9 juta ton, lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 18,5 juta ton pada periode yang sama.

Stok batu bara di berbagai pelabuhan utama China bagian utara mencapai 18,39 juta ton hingga 25 Oktober pekan lalu. Jumlah tersebut melampaui periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 14,44 juta ton.

China sebagai negara dengan konsumsi batu bara terbesar di dunia, besarnya stok yang ada di pelabuhan membuat impor berpotensi turun.

Impor batu bara termal dari Korea Selatan dan Jepang juga mengalami penurunan di bulan Oktober tahun ini. Impor batu bara Korea Selatan pada Oktober 2019 mencapai 9,4 juta ton sedangkan pada bulan yang sama tahun lalu mencapai 9,6 juta ton.

Impor batu bara Negeri Sakura juga tak jauh berbeda. Pada bulan Oktober kemarin impor batu bara hanya 11,3 juta ton dari 14,4 juta ton pada Oktober tahun lalu.

Senada dengan China, Korea Selatan dan Jepang, impor batu bara India juga turun di bulan Oktober. Impor turun menjadi 11,5 juta ton dari 16,8 juta ton pada bulan yang sama tahun lalu.


TIM RISET CNBC INDONESIA
(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading