Masuk Pak Eko! Harga Batu Bara Sudah Tembus US$ 71/ton nih

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
03 December 2020 10:10
FILE PHOTO: A view of the Eagle Butte Mine, operated by Alpha Natural Resources, is seen from a public access overlook platform near Gillette, Wyoming, U.S., May 31, 2016.  REUTERS/Kristina Barker/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kontrak futures batu bara termal Newcastle masih lanjut menguat. Pemulihan permintaan dari negara-negara konsumen dan berita tentang vaksin Covid-19 membuat harganya melesat. 

Pada perdagangan kemarin (2/12/2020) harga kontrak yang aktif diperdagangkan ini menguat 2,36% ke US$ 71,45/ton. Ini menjadi kali pertama sejak 30 Maret harga si batu legam menyentuh level psikologis US$ 71/ton. 


Inggris dikabarkan telah merestui penggunaan darurat vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech kemarin. Britania Raya resmi menjadi negara pertama yang memberikan izin penggunaan vaksin dan mendahului Amerika Serikat serta Uni Eropa. Ini menjadi sentimen positif yang mengerek harga komoditas termasuk batu bara. 

Selain sentimen positif terkait vaksin, perbaikan fundamental dari sisi permintaan yang dibarengi dengan pemangkasan produksi juga membuat harga batu bara melesat tajam di bulan November. 

Kenaikan harga batu bara global juga turut mengerek Harga Batu Bara Acuan (HBA) Tanah Air untuk bulan Desember. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan harga batu bara acuan (HBA) pada Desember 2020 naik menjadi US$ 59,65 per ton dari US$ 55,71 per ton pada November 2020.

"Jepang, Korea Selatan dan India sedang gencar-gencarnya melakukan impor batubara dari Indonesia guna memenuhi kebutuhan industri domestik mereka. Ini menandakan pulihnya industri di negara-negara tersebut," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi.

Faktor lain yang turut memicu penguatan HBA adalah adanya penandatanganan kesepakatan peningkatan kesepakatan ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok.

"Dua penyebab tadi turut memperkuat sentimen positif terhadap kenaikan harga batu bara," tegas Agung.

Dalam tiga bulan terakhir pergerakan HBA terus merangkak naik setelah hampir sepanjang tahun mengalami kelesuan dan kontraksi yang luar biasa akibat pandemi Covid-19. Tercatat pada Oktober 2020 harga batu bara di angka US$ 51 per ton, naik dari bulan sebelumnya, September yang hanya menyentuh angka US$ 49,42 per ton.

"Secara menyeluruh, rata-rata HBA pada 2020 yaitu US$ 58,17 per ton," ujarnya.

Sebagai informasi, HBA sendiri diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal per kilogram GAR.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading