Asing Terus Kabur dari Pasar Saham, ke Mana Larinya?

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
22 October 2019 14:12
Asing Terus Kabur dari Pasar Saham, ke Mana Larinya?
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing diperkirakan masih akan keluar dari pasar saham domestik hingga akhir tahun. Belum ada katalis yang cukup kuat untuk mendorong asing masuk lebih banyak ke pasar saham domestik.

Senior Analis KGI Yuganur Wijanarko mengatakan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia hingga akhir tahun akan dikuasai oleh pemodal lokal. "Dana asing keluar itu biasa, sampai tahun depan (transaksi) masih akan didominasi oleh investor lokal. Asing tidak akan kemana-mana," kata Yuganur saat wawancara dengan CNBC Indonesia dalam Program Power Lunch, Selasa (22/10/2019).

Hari ini investor asing tercatat membukukan nilai jual bersih (net sell) senilai Rp 64,31 miliar di seluruh pasar dan Rp 54,13 miliar di pasar reguler. Jika dihitung dari awal tahun, di pasar reguler net sell asing sudah mencapai Rp 18,99 triliun.

Net sell terbesar terjadi dalam kurun waktu tiga bulan terakhir senilai Rp 21,28 triliun. Namun dana asing yang keluar dari pasar saham tersebut rupanya cuma berpindah ke pasar obligasi.


Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR) per 18 Oktober 2019 investor asing menggenggam Rp 1.038,65 triliun SBN, atau 38,85% dari total beredar Rp 2.673 triliun. Angka itu turut menjadi rekor baru tertinggi sepanjang masa bagi nilai kepemilikan asing.

Jumlah tersebut bertambah Rp 145,4 triliun dibanding posisi akhir Desember Rp 893,25 triliun, sehingga persentasenya masih naik dari 37,71% pada periode yang sama. Sejak akhir pekan lalu, investor asing tercatat masuk ke pasar SUN senilai Rp 5,12 triliun, sedangkan sejak awal bulan masih surplus Rp 9,26 triliun.

Pengamat pasar modal Siswa Rizali menyampaikan asing mulai meninggalkan pasar saham domestik setelah sejumlah sektor menunjukkan tren penurunan. "Dulu asing senang saham komoditas karena booming. Tetapi sekarang sudah tidak. Demikian pula dengan saham konstruksi, dulu asing banyak masuk tapi ada perlambatan ekonomi, asing mulai keluar," kata Siswa saat dialog di CNBC Indonesia.

Siswa menambahkan, sejak 2014/2015 ada tren investor membeli saham-saham small cap yang punya potensi pertumbuhan tingggi. Namun belakangan saham-saham tersebut mulai terkoreksi harganya karena perlambatan ekonomi domestik.

"Saham small cap cenderung pertimbangannnya growth dan capital gain. Kalau ekonomi melambat maka harga sahamnya juga drop. Sementara kalau saham big cap cenderung stabil," tambah Siswa.

Hari ini, dinamika pasar saham domestik dipengaruhi oleh sentimen penunjukan menteri oleh Presiden Jokowi. Sejauh ini, Sri Mulyani sudah ditetapkan secara pasti menjadi Menteri Keuangan.


(hps/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading