Internasional

Waw, Banyak Bos Wanita di Perusahaan Bisa Tingkatkan Saham

Market - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
18 October 2019 16:57
Waw, Banyak Bos Wanita di Perusahaan Bisa Tingkatkan Saham
Jakarta, CNBC IndonesiaCredit Suisse mengatakan bahwa memiliki lebih banyak wanita dalam peran pengambilan keputusan dapat meningkatkan kinerja perusahaan di pasar saham.

Pernyataan itu dijelaskan dalam laporan berjudul "Gender 3000", yang diterbitkan oleh Credit Suisse Research Institute (CSRI). Lembaga itu menemukan hubungan antara perusahaan dengan pemimpin perempuan, dan kinerja harga saham yang menjadi lebih kuat dari waktu ke waktu.


Para peneliti menganalisis sejumlah data dari 3.000 perusahaan di 56 negara dari tahun 2012 hingga Agustus tahun ini. Hasilnya adalah instalasi terbaru dalam analisis jangka panjang keanekaragaman gender dan kinerja perusahaan, dengan laporan sebelumnya diterbitkan pada 2016.


Meskipun para analis tidak bisa memastikan sebab dan akibatnya, namun mereka menemukan korelasi kuat antara tim manajemen yang beragam dan kinerja harga saham yang lebih baik.

Saham perusahaan dengan manajemen perempuan lebih dari 20%. Fakta ini mengungguli mereka yang memiliki manajemen perempuan kurang dari 15%, kata laporan itu.

Data menunjukkan bahwa ini adalah tren jangka panjang. Saham perusahaan yang memiliki lebih banyak perempuan dalam manajemennya akan mengungguli mereka yang memiliki manajemen dominan laki-laki.

Credit Suisse juga menemukan bahwa industri dengan tingkat keragaman gender yang lebih besar dalam manajemen memiliki tingkat profitabilitas yang lebih tinggi.

Filipina, Thailand, dan Australia memiliki proporsi wanita tertinggi dalam manajemen. Sedangkan Jepang, Korea Selatan, dan India paling sedikit.

Sementara itu, sektor keuangan, perawatan kesehatan dan utilitas adalah industri dengan manajer yang paling banyak wanita, menurut Credit Suisse.

Italia, Singapura, dan Thailand memiliki CEO wanita terbanyak. Sementara Jerman, Jepang, Malaysia, Spanyol, dan Turki tidak memiliki wanita di posisi kepala eksekutif ketika Credit Suisse melihat sampel setidaknya 20 perusahaan di setiap negara.

Memiliki wanita di susunan dewan juga mendorong pengembalian bagi pemegang saham, menurut laporan itu.

Penulis data tersebut mengatakan bahwa pengembalian arus kas investasi ditemukan 2% lebih tinggi dari waktu ke waktu untuk perusahaan dengan proporsi manajer senior wanita yang lebih tinggi, dengan saham perusahaan yang lebih beragam juga menunjukkan volatilitas yang lebih rendah.

Prancis, Norwegia, dan Belgia memiliki proporsi tertinggi perusahaan dengan wanita dalam susunan dewan. Dalam hal sektor secara global, sektor komunikasi, kebijakan konsumen, dan kebutuhan pokok memiliki susunan dewan yang paling beragam gendernya.

Secara keseluruhan, Eropa adalah wilayah dengan dewan perusahaan paling beragam, diikuti oleh Amerika Utara.

Meskipun Credit Suisse mencatat bahwa keragaman gender membantu meningkatkan kinerja perusahaan, laporan itu menekankan itu bukan satu-satunya faktor yang dapat menyebabkan harga dan pendapatan saham lebih baik. Tidak ada variabel selain keragaman gender yang diukur terhadap kinerja perusahaan dalam analisis tersebut.

Harga saham yang kuat adalah cerminan dari model bisnis yang baik, tambah penulis laporan itu, yang bisa menjadi konsekuensi dan juga akar keanekaragaman gender.

"Bagaimana, dan jika, keanekaragaman berkontribusi pada pengambilan keputusan strategis yang memberikan pengembalian yang unggul dan stabil adalah kunci dibandingkan keanekaragaman itu sendiri," catat para penulis laporan.

"Faktor-faktor lain akan selalu ada. Faktanya, apakah keragaman yang lebih besar mengarah pada model bisnis yang berkualitas lebih tinggi, atau apakah model bisnis yang berkualitas tinggi mengarah pada keanekaragaman yang lebih besar,".



(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading