Anak Usaha Korea Investment Ini Bidik AUM Reksa Dana Rp 2 T

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
18 October 2019 16:42
Anak Usaha Korea Investment Ini Bidik AUM Reksa Dana Rp 2 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan manajemen investasi (MI) dan anak usaha grup Korea Investment Holdings asal Korsel, PT KISI Asset Management, menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) atau nilai aktiva bersih (NAB) pada tahun depan bisa menembus Rp 2 triliun.

Target tersebut dicanangkan setelah MI ini mendapatkan izin manajer investasi dari Otoritas Jasa Keuangan pada 23 Juli lalu. Adapun pemegang saham utamanya yakni PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) berdiri di Tanah Air pada Juli 2018 setelah induknya, Korea Investment Holdings, mengakuisisi PT Danpac Sekuritas.

Mustofa, Direktur Utama KISI Asset Management, mengatakan perusahaan sedang memproses penerbitan empat reksa dana baru hingga akhir tahun ini sehingga diharapkan dapat mulai tancap gas pada tahun depan.



"Empat produk itu terdiri dari tiga reksa dana terbuka dan satu ETF [reksa dana yang dapat ditransaksikan di bursa/exchange traded fund]. Target itu sudah termasuk investasi dari grup kami dari Korsel yang berkomitmen berinvestasi di KISI hingga Rp 1,2 triliun," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat ini (18/10/19).

Saat ini, pemegang saham perusahaan terdiri dari PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) dengan porsi 99% dan Mustofa (direktur utama) dengan porsi 1%. KISI merupakan salah satu bagian dari grup Korea Investment Holdings, yang 75% sahamnya dimiliki oleh Korea Investment & Securities Co. Ltd (KIS).

KIS adalah perusahaan yang bergerak di bidang transaksi efek dan menjadi salah satu dari enam anak usaha yang juga mencerminkan lini bisnis dari grup Korea Investment Holdings.


Lima lini bisnis lain kelompok usaha itu adalah Korea Investment Value Asset Management, Korea Investment Capital, Korea Investment Management, Korea Investment Partner, dan Korea Investment Savings Bank.

Situs resmi Korea Investment Holdings mencatat, grup ini didirikan 11 Januari 2003 dan dipimpin oleh Nam-goo Kim. Beberapa anak usaha langsung yakni KIS, Korea Investment Saving Bank Co. Ltd, EQ Partners (EQP), Kakaobank of Korea, Kiara Capital Pte Ltd, Kiara Advisors dan Pte Ltd.

Lebih lanjut Mustofa menjelaskan, grup usaha keuangan perseroan tersebut sudah disiapkan sejak 1 Juni 2002 dan mendapatkan izin awal untuk pendirian kelompok usaha di bidang keuangan pada 30 Desember tahun yang sama.

Investasi dari kelompok usaha yang dapat mencapai Rp 1,2 triliun itu, lanjutnya, menunjukkan komitmen mendukung KISI Asset Management sebagai salah satu anak usaha karena dapat memberikan penghasilan sehingga dapat menjadi modal awal selagi mencari nasabah awal.

Selain menunjukkan komitmen mendukung anak perusahaan yang baru, dana investasi dari pihak afiliasi itu juga menunjukkan kepercayaan induk usahanya terhadap investasi di pasar modal Indonesia.

Dia meyakini iklim investasi di Indonesia masih tetap menjanjikan dan pembalikan arah (rebound) dari pasar modal masih dapat terjadi lagi inanti ketika kondisi ekonomi dunia tidak lagi berkontraksi, seperti rebound pasar yang terjadi setelah koreksi besar pada 2008.

KISI Asset Management adalah salah satu MI yang baru saja mendapatkan izin dari OJK pada 23 Juli lalu.

Hingga awal Oktober, laporan OJK menunjukkan sudah ada 98 perusahaan efek yang memiliki izin sebagai manajer investasi (MI), meningkat dari 92 perusahaan pada akhir tahun lalu.

Selain KISI Asset Management, lima perusahaan manajer investasi baru tahun ini terdiri dari PT Nusantara Sentra Kapital, PT Berlian Aset Manajemen, PT Maseri Aset Manajemen, PT Raha Aset Manajemen, dan PT Shinoken Asset Management Indonesia. Di awal Oktober, AUM reksa dana industri mencapai Rp 543,21 triliun, naik dari Rp 505,39 triliun pada akhir tahun lalu.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(irv/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading