Waduh! Ekonomi China Tumbuh 6%, Lebih Rendah dari Perkiraan

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
18 October 2019 11:15
Waduh! Ekonomi China Tumbuh 6%, Lebih Rendah dari Perkiraan
Jakarta, CNBC Indonesia - China merilis angka produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga pada hari Jumat (18/10/19). Hasilnya menunjukkan ekonomi tumbuh 6% dari tahun lalu.

Itu merupakan pertumbuhan terendah dalam setidaknya dua puluh tujuh setengah tahun, menurut catatan Reuters.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PDB kuartal ketiga China akan tumbuh 6,1% dari tahun lalu.

Sebelumnya pada kuartal kedua 2019, ekonomi China tumbuh 6,2% dari periode yang sama tahun lalu. Rendahnya pertumbuhan disebabkan karena perang dagang negara itu dengan AS mulai berdampak.


Sementara itu, PDB China pada kuartal pertama tahun 2018 tumbuh sebesar 6,8%. Namun sejak saat itu telah turun tajam akibat pengetatan kredit dan perang dagang dengan AS, kata Vishnu Varathan, kepala ekonomi dan ahli strategi untuk Departemen Keuangan Asia dan Oceania di Mizuho Bank.

"Tidak ada keraguan bahwa penurunan itu serius," tambah Varathan dalam sebuah catatan pada hari Senin, yang dikirim sebelum rilis data.

Target pertumbuhan resmi China untuk 2019 adalah 6% hingga 6,5%.

Kepala ekonom China di TS Lombard, Bo Zhuang memperkirakan pertumbuhan ekonomi China kemungkinan akan terus melambat dalam dua kuartal berikutnya.

Itu terjadi karena pertumbuhan output riil dalam jasa telah melambat secara agresif dalam beberapa bulan terakhir, kata Zhuang kepada "Street Signs" di CNBC International.

Zhuang memperkirakan pertumbuhan China akan melambat menjadi 5,8% pada kuartal keempat tahun ini, di mana target pertumbuhan setahun penuh negara itu menjadi 6,1%.

"Akibat pembicaraan perdagangan dan konflik dengan AS, otoritas China mengalami tingkat pertumbuhan yang lebih rendah," kata Zhuang.

Meskipun angka PDB resmi China diperhitungkan sebagai indikator kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia, namun ternyata banyak ahli luar yang meragukan tentang kebenaran laporan China sejak lama.

Lebih lanjut, data impor dan ekspor China untuk bulan September juga lebih buruk dari perkiraan akibat perang dagang.

China-AS telah telah terlibat dalam perang dagang selama lebih dari satu tahun, dan telah saling menerapkan tarif impor pada berbagai barang senilai miliaran dolar.

Kedua negara terakhir kali mengadakan perundingan dagang pada pekan lalu di Washington, D.C. Setelah pertemuan itu, AS mengatakan akan menunda kenaikan tarif pada barang-barang China yang seharusnya mulai berlaku pada Selasa pekan ini.

Presiden AS Donald Trump mengatakan China telah menyetujui "kesepakatan fase satu yang sangat substansial", yang akan ditulis selama tiga minggu ke depan. Trump juga mengatakan kesepakatan itu akan mengatasi masalah kekayaan intelektual dan jasa keuangan, serta memuat janji China untuk membeli produk pertanian AS senilai sekitar US$ 40 miliar hingga US$ 50 miliar. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading