Angka Pengangguran Turun, Kurs Dolar Australia Menguat

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 October 2019 15:52
Angka Pengangguran Turun, Kurs Dolar Australia Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Australia bergerak menguat di hadapan rupiah. Sentimen positif bagi mata uang Negeri Kanguru datang dari rilis data ketenagakerjaan.

Pada Kamis (17/10/2019) pukul 15:36 WIB, AU$ 1 setara dengan Rp 9.613,22. Rupiah melemah 0,46% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Penguatan dolar Australia di pasar spot juga berdampak pada kurs jual beli di dalam negeri. Berikut kurs jual beli yang diambil dari beberapa situs resmi.


BankKurs BeliKurs Jual
BTN9.522,009.729,00
BCA9.596,39.626,3
Mandiri9.595,009.635,00
BNI9.584,009.656,00

Pasar tenaga kerja Negeri Kanguru menjadi salah satu yang paling disorot oleh bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA). Pasar tenaga kerja sedang lemah, dan tingkat pengangguran diprediksi akan meningkat.


Namun, data terbaru yang dirilis Biro Statistik Australia menunjukkan turunnya tingkat pengangguran September menjadi 5,2% dari bulan sebelumnya 5,3%. Penurunan tersebut menjadi kejutan, melihat prediksi tetap 5,3% di Forex Factory.



RBA sudah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini, masing-masing 25 basis poin (bps) hingga menjadi 0,75%. Suku bunga tersebut merupakan yang terendah sepanjang sejarah RBA.

Pasar tenaga kerja yang lemah, serta inflasi yang rendah menjadi alasan utama bank sentral pimpinan Philip Lowe tersebut memangkas suku bunga. Pemangkasan terakhir dilakukan awal bulan ini, tetapi rilis notula rapat kebijakan moneter tersebut menunjukkan para anggota dewan mendebat pemangkasan suku bunga.


Beberapa anggota dewan mulai cemas suku bunga rendah akan membuat harga properti melambung tinggi, selain itu juga dikhawatirkan gagal mendongkrak perekonomian.

Melansir Financial Review yang mengutip Reuters, setelah rilis notula hari ini peluang suku bunga dipangkas pada November hanya sebesar 24%. Masih berdasarkan berita Financial Review, para ekonom dari JP Morgan, ANZ, NAB, Citi, CBA dan Westpac kini memprediksi tidak ada lagi pemangkasan suku bunga sampai Februari tahun depan.

Dengan turunnya tingkat pengangguran tersebut, kemungkinan suku bunga akan dipangkas lagi pada bulan November tentunya semakin menipis, sehingga membuat dolar Australia menguat.


TIM RISET CNBC INDONESIA 

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading