Susul Obligasi 2017

Bank Mantap Tawarkan Bonds Berkelanjutan Perdana Rp 1 triliun

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
17 October 2019 09:25
Bank Mantap Tawarkan Bonds Berkelanjutan Perdana Rp 1 triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - PTBank Mandiri Taspen (Bank Mantap), anak usaha patungan antara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan BUMN pengelola dana pensiun pegawai negeri PT Taspen, berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan perdana senilai Rp 1 triliun dalam waktu dekat.

Nilai penerbitan tersebut merupakan bagian dari rencana penerbitan obligasi berkelanjutan I (shelf registration I) yang dapat diikuti dengan penerbitan lain sewaktu-waktu asal nilainya tidak lebih dari Rp 4 triliun hingga 2 tahun ke depan.

Dalam prospektus singkat pagi ini, perusahaan yang dipimpin Josephus Koernianto Tripakoso sebagai direktur utama tersebut membagi penerbitan bernama obligasi berkelanjutan I/tahap I/2019 tersebut ke dalam dua seri, atau bahasa lainnya dua tranche.


Program penerbitan obligasi shelf registration memungkinkan sebuah emiten dapat menerbitkan efek utang lanjutan, setelah yang tahap pertama, tanpa perlu melakukan proses administrasi penuh dalam periode 2 tahun, jika dinilai perlu.

Seri A akan diterbitkan dengan tenor 3 tahun serdangkan seri B akan bertenor 5 tahun dengan periode masa penawaran awal (pre-offering) pada 23 Oktober-6 November dan waktu pencatatan di bursa pada 27 November.

Rencana penerbitan obligasi itu pun sudah mendapatkan peringkat AA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia dan akan investornya nanti akan diwakili PT Bank Permata Tbk (BNLI) sebagai wali amanat.

Perusahaan efek yang bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter) dalam penerbitan obligasi kali ini adalah PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Penerbitan obligasi kali ini adalah kali kedua perusahaan menarik dana dari pasar modal, setelah sebelumnya menerbitkan surat utang perdana pada 2017 lalu senilai Rp 2 triliun.

Per akhir Juni lalu, Bank Mantap mencatatkan aset Rp 24,72 triliun dan memiliki kewajiban Rp 22,3 triliun serta ekuitas Rp 2,42 triliun. Sebagian besar kewajiban perseroan terdiri dari simpanan dana pihak ketiga (DPK) Rp 14,06 triliun dan simpanan pihak berelasi Rp 4,56 triliun. Aset perseroan tersebut naik Rp 3,78 triliun dari posisi Desember tahun lalu.

Perseroan memiliki aset berupa kas Rp 137,35 miliar, giro Bank Indonesia Rp 701,15 miliar, penempatan pada Bank Indonesia atau bank lain Rp 600,53 miliar, serta efek pada pihak berelasi Rp 1,08 triliun.

Selain itu, perusahaan juga memiliki kontrak tagihan atas efek yang dibeli dengan janji jual kembali (repurchase agreement/repo) dengan Bank Indonesia terhadap surat utang negara (SUN) senilai total Rp 3,89 triliun.

Dari sisi kinerja, pendapatan bunga bersih calon emiten obligasi tersebut dibukukan Rp 606,15 miliar yang membuahkan laba operasional Rp 272,67 miliar dan laba tahun berjalan Rp 200,02 miliar hingga tengah tahun ini.

Saat ini, pemegang saham perseroan terdiri dari Bank Mandiri 51,08%, Taspen 48,42%, serta Ida Bagus Made Putra Jandhana 0,5%.

Nama perusahaan diganti dari PT Bank Sinar Harapan Bali menjadi PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap Pos) pada 2015 karena dibeli oleh Bank Mandiri, Taspen, dan PT Pos Indonesia.

Pada 2017, nama perusahaan berganti lagi menjadi Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) karena saham atau efek bukti hak kepemilikan Pos Indonesia atas bank tersebut dijual senilai Rp 324 miliar kepada Taspen tidak lama sebelum perubahan nama terjadi.


TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading