Bank Mantap Rilis Obligasi Rp 2 T, Beri Kupon Sampai 7,25%

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
13 April 2021 10:20
Press conference tentang perubahan komposisi saham dan penyuntikan modal Bank Mantap oleh Bank Mandiri dan Taspen

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap, berencana menerbitkan obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Taspen Tahun 2021 dengan jumlah emisi sebesar Rp 2 triliun.

Dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan perseroan untuk modal kerja Perseroan dalam rangka kegiatan usaha penyaluran kredit dan untuk memperbaiki struktur pendanaan perseroan.

Dalam prospektus yang disampaikan, obligasi ini terbagi menjadi dua seri, pertama, Seri A, jumlah obligasi yang ditawarkan sebesar Rp 800 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,50% dengan tenor selama tiga tahun.


Seri B, jumlah obligasi yang ditawarkan sebesar Rp 1,20 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,25%. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi.

Pembayaran bunga obligasi pertama masing-masing seri akan dilakukan pada tanggal 28 Juli 2021 sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah pada tanggal 28 April 2024 untuk Seri A dan tanggal 28 April 2026 untuk Seri B.

Obligasi ini sudah mendapat peringkat Double A atau AA (idn) dari Fitch Ratings Indonesia. Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas dan Trimegah Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan penjamin emisi obligasi ini. Sedangkan, PT Bank Permata Tbk (BNLI), bertindak sebagai wali amanat.

Masa penawaran umum obligasi ini pada 22 dan 23 April 2021. Tanggal penjatahan pada 26 April 2021. Distribusi obligasi secara elektronik dijadwalkan pada 28 April 2021, sedangkan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia pada 29 April 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading