Sandiaga Jadi Menteri BUMN? Ini Nasib Saham SRTG & MDKA

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 October 2019 13:11
Harga saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) tiba-tiba menguat pada penutupan sesi I Senin ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) tiba-tiba menguat pada penutupan sesi I Senin (14/10/2019) sebesar Rp 3.680/saham atau naik 0,27%. Dalam 5 hari perdagangan terakhir saham SRTG yang juga dimiliki oleh pengusaha dan politisi Sandiaga Uno ini naik 1,66%.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin ini (14/10/2019), secara year to date menunjukkan saham SRTG minus 3,16% dengan catatan jual bersih asing atau net sell Rp 195 miliar di semua pasar.

Penguatan harga saham SRTG pada sesi I terjadi dengan nilai transaksi hanya Rp 2,94 juta dengan volume perdagangan 800.000 saham.


Berbeda dengan SRTG, saham Grup Saratoga lainnya yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) justru minus 1,96% di level Rp 6.250/saham. Dalam 5 hari perdagangan terakhir, saham produsen emas ini turun 0,79%.


Adapun secara year to date, saham MDKA justru melesat hingga 79%.

Kondisi pergerakan harga saham yang berbeda antara SRTG dan MDKA ini terjadi di tengah 
kabar bahwa ada nama Sandiaga Uno yang masuk dalam jajaran calon menteri kabinet Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Hal ini mencuat setelah pertemuan Prabowo dengan Jokowi pekan lalu.

Pertemuan yang menyiratkan kemesraan tersebut disebut-sebut win-win solution bahwa adanya 'orang' Prabowo yang masuk kabinet.

"Bisa saja Sandiaga Uno yang masuk kabinet," kata ekonom Fithra Faisal Hastiadi saat berbincang di program Profit CNBC Indonesia, Senin (14/10/2019).


Ia menyoroti sosok Sandiaga Uno yang mungkin saat ini paling tepat mengisi kursi Menteri BUMN menggantikan Rini Soemarno. "BUMN saat ini memiliki beban yang cukup berat. Debt to Equity Ratio (DER) cukup tinggi. Selain itu banyak juga yang tersangkut kasus di KPK," kata Fithra.

"Nah Sandiaga ini mampu mengisi kursi Menteri BUMN karena cukup diterima pasar dan kompromi politiknya cukup kuat. Sandiaga pun sesuai background-nya. Ia pengusaha juga investor," papar Fithra lebih jauh.

Selain kabar Sandiaga ini, koreksi harga saham MDKA ini juga berkaitan dengan rencana perseroan yang akan memecah nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5. Ini berarti nilai nominal saham yang semula sebesar Rp 100/saham akan dipecah menjadi Rp 20/saham.

Dengan demikian setiap 1 unit saham yang saat ini dipegang oleh pemegang saham, setelah
stock split akan bernilai setara 5 unit saham.

MDKA merupakan perusahaan tambang emas, perak dan tembaga yang didirikan sejak tahun 2012. Perusahaan memiliki dua pemegang saham utama di Indonesia, yakni PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), perusahaan yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaja dan Sandiaga Uno, dan PT Provident Capital Indonesia.



(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading