Raksasa Teknologi AS Janjikan Cuan Tinggi, Siapa Jawaranya?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
13 October 2019 12:40
Raksasa Teknologi AS Janjikan Cuan Tinggi, Siapa Jawaranya? Foto: Amazon/REUTERS/Pascal Rossignol/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) belum lama ini mendapat teguran keras dari Presiden AS Donald Trump karena dianggap telah membatasi akses informasi masyarakat dengan mengatur konten yang dapat diperlihatkan, dan apa yang boleh disampaikan di media sosial.

Berdasarkan kutipan pidato Trump di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly) pada Selasa (24/9/2019), Trump mengatakan platform yang dikelola oleh perusahaan media sosial "memperoleh kekuatan luar biasa (untuk mengatur) apa yang bisa kita lihat dan apa yang kita boleh katakan," dikutip dari Business Insider.


"Masyarakat bebas tidak boleh membiarkan raksasa media sosial untuk membungkam suara rakyat dan orang-orang bebas (free people) tidak boleh, pernah terdaftar sebagai penyebab pembungkaman, paksaan, pembatalan, atau pembuatan daftar hitam atas tetangganya sendiri," tambah Trump.


Meskipun ada potensi bahwa gerakan raksasa teknologi AS akan dibatasi pemerintah, tapi bukan berarti berinvestasi pada saham perusahaan tidak menggiurkan.

Walau bisnis perusahaan seperti Microsoft Inc (MSFT.O) atau pun Apple Inc (AAPL.O) sudah cukup mature, tapi imbal hasil yang diperoleh oleh pelaku pasar jika menggelontorkan dananya di kedua perusahaan tersebut sepanjang tahun ini, masih cukup besar.

Sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan Jumat (11/10/2019), MSFT.O dan AAPL.O masing-masing mencatatkan cuan sebesar 37,52% dan 49,75%.

Perlu dicermati, imbal hasil tersebut merupakan nilai yang dibukukan jika berinvestasi dalam dolar AS, di mana untuk investor Indonesia besar kemungkinan dapat memperoleh imbal hasil yang tinggi karena depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

Lalu, bagaimana dengan tingkat imbal hasil dari raksasa teknologi AS lainnya seperti Amazon Inc (AMZN.O), Alphabet Inc (GOOGL.O), Facebook Inc (FB.O) dan Netflix Inc (NFLX.O)?


Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa NFLX.O mencatatkan imbal hasil terendah sepanjang tahun ini. Namun, jika pelaku pasar berinvestasi di saham perusahaan sejak 10 tahun lalu (2009), maka cuan yang diperoleh mencapai 4.121,94% alias 42 kali lipat.

Kemudian, berinvestasi di AMZN.O juga terbilang sangat menguntungkan dalam jangka panjang. Pasalnya tingkat imbal hasil yang diperoleh jika membeli saham perusahaan setidaknya sejak 5 dan 10 tahun lalu berturut-turut adalah 456,19% dan 1.709,55%.

Sementara itu, dalam jangka pendek (kurang dari 1 tahun), emiten yang membukukan cuan cukup besar termasuk MSFT.O, FB.O, dan AAPL.O.



TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading