Cek! Ini Sumber Pundi-pundi Uang Amazon Hingga Facebook

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
30 June 2022 16:20
Amazon founder Jeff Bezos and Lauren Sanchez pose at the LACMA Art+Film Gala in Los Angeles, California, U.S. November 6, 2021. REUTERS/Mario Anzuoni

Jakarta, CNBC Indonesia - Meski sering dikaitkan dengan aksi bakar uang pada tahap awal pendirian, perusahaan teknologi merupakan salah satu mesin pencetak uang dan dapat memimpin pasar jika dikelola dengan benar.

Hal ini tercermin dari 5 perusahaan teknologi yang secara kumulatif tahun lalu mencatatkan pendapatan hingga US$ 1,38 triliun atau setara dengan Rp 20.010 triliun. Angka tersebut bahkan lebih besar dari pendapatan domestik bruto (PDB) banyak negara di dunia, termasuk Indonesia yang angka PDP tahun ini diestimasi oleh IMF menyentuh US$ 1,29 triliun dan merupakan yang terbesar ke-17 di dunia berdasarkan nominal.

PDB atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai gross domestic product (GDP) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu dan merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.


Adapun lima perusahaan teknologi raksasa yang dimaksud adalah Amazon, Apple, Alphabet, Microsoft dan Meta. Kelimanya mencatatkan pendapatan lebih dari US$ 100 miliar (Rp 1.450 triliun) tahun lalu.

Amazon

Pertama ada Amazon yang menjadi pemimpin dengan total pendapatan mencapai US$ 469,8 miliar atau sekitar sepertiga total pendapatan gabungan. Sebagai pemimpin di pasar e-commerce AS dengan pangsa pasar mencapai 40%, pendapatan utama Amazon disumbang dari sektor tersebut. Toko online menyumbang 47,3% pendapatan, sedangkan layanan pihak ketiga kepada konsumen seperti biaya pengiriman menyumbang tambahan 22% pendapatan.

Sementara itu, meski memimpin pasar komputasi awan (cloud), penghasilannya hanya menyumbang 13,2% pendapatan. Meski demikian harpa pokok produksi (COGS) yang jauh lebih kecil dibandingkan bisnis e-commrce membuat layanan cloud jauh lebih menguntungkan.

Pendapatan lain Amazon disumbang oleh layanan berlangganan, layanan periklanan dan layanan lainnya yang disediakan oleh perusahaan. Dari sisi geografis, sekitar dua pertiga pendapatan Amazon diperoleh dari wilayah AS saja.

Apple

Kedua ada Apple yang mampu membukukan pendapatan US$ 365,8 miliar tahun lalu. Meskipun secara topline kalah dari Amazon, laba bersih perusahaan yang didirikan Steve Jobs ini nyaris 3 kali lipat yang dicatatkan Amazon atau mencapai US$ 94,7 miliar.

Pendapatan utama Apple masih disokong oleh penjualan iPhone dengan kontribusi setengah dari total atau 52,5% pendapatan perusahaan. Apple merupakan pemimpin di sektor telepon pintar, dengan pangsa pasar global di kuartal keempat 2021 mencapai 22%, mengungguli merek besar lain seperti Samsung dan Xiaomi.

Layanan jasa seperti Apple Pay, Music dan TV berkontribusi 18,7%, aksesoris perlengkapan (wearable) 10,5%. Sedangkan Mac dan iPad masing-masing menyumbang 9,6% dan 8,7% pendapatan.

Alphabet

Ketiga ada induk dari Google yakni Alphabet, dengan pendapatan US$ 257,6 miliar. Meski lebih dikenal sebagai perusahaan teknologi, dari sisi bisnis, Alphabet sejatinya adalah perusahaan periklanan terbesar di dunia. Pendapatan iklan dari layanan milik perusahaan seperti mesin pencari Gooogle, situs berbagi video YouTube, hingga layanan surel Gmail bertanggung jawab atas 69% pendapatan perusahaan. Selain itu penghasilan iklan dari Google Ads juga memberikan kontribusi tambahan 12,3%.

Perusahaan dapat membukukan pendapatan fantastis dari iklan karena memiliki pangsa pasar 86% dari total pencarian di dunia maya dan memonopoli sektor tersebut, dengan mesin pencari peringkat kedua hanya memiliki 8% pangsa pasar.

Microsoft

Keempat ada Microsoft yang membukukan pendapatan US$ 168,1 miliar tahun lalu. Meski besar karena nyaris memonopoli pasar perangkat lunak untuk komputer di awal berdiri, saat ini pendapatan terbesar disumbangkan oleh bisnis di sektor layanan komputasi awan. Azure merupakan cloud service terbesar kedua setelah AWS milik Amazon dan mampu menyumbang 31,3% pendapatan Microsoft.

Selanjutnya pendapatan dari produk Office dan Windows masing-masing menyumbang 27,3% dan 13,8% pendapatan bagi perusahaan yang didirikan Bill Gates tersebut. Selanjutnya pendapatan dari sektor gaming berkontribusi 9,1%. Microsoft merupakan pemilik konsol game XBOX dan baru mengakuisisi Activision blizzard. Sisa pendapatan perusahaan disumbangkan oleh berbagai produk dan layanan termasuk LinkedIn dan Microsoft Surface.

Facebook

Terakhir ada induk dari Facebook Meta yang mampu membukukan pendapatan US$ 117,9 miliar tahun ini. Perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ini nyaris secara eksklusif mengandalkan iklan sebagai penghasilan utama atau menyumbang sekitar 97,5% pendapatan perusahaan. Facebook tercatat masih menjadi sosial media dengan pengguna aktif bulanan terbesar, sedangkan Instagram yang juga merupakan properti perusahaan berada di peringkat keempat. Keduanya merupakan sumber utama penghasilan Facebook, mengingat Whatsapp yang berada di peringkat ketiga total pengguna aktif masih belum sepenuhnya dimonetisasi oleh Meta.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Amazon & Snapchat Rilis Kinerja, Kontrak Berjangka AS Mixed


(fsd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading