Beri Sinyal Pasar Jatuh, Warren Buffett Selamat Berkali-kali

Market - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
12 October 2019 17:09
Beri Sinyal Pasar Jatuh, Warren Buffett Selamat Berkali-kali Foto: Ist
Jakarta, CNBC Indonesia - Warren Buffett, salah satu investor kawakan dan orang terkaya di dunia tampaknya punya insting yang kuat dalam melihat kondisi pasar keuangan dunia. Dalam beberapa kali momentum krisis di pasar keuangan dunia, pria mendapat julukan Oracle of Omaha ini, dengan jitu bisa mengelola asetnya tidak ikut terlindas oleh kehancuran pasar.

Nah kali ini, beberapa pengamat memperkirakan bahwa Buffet sedang bertaruh soal kejatuhan pasar keuangan dunia. Kesimpulan-kesimpulan dari cerita para pengamat tersebut yang melihat aksi yang dilakukan perusahaan investasi Buffet.

Hal ini terlihat dari sejumlah fakta, di mana perusahaannya Berkshire Hathaway yang terdaftar di bursa New York telah mencairkan hampir 60% dari portofolio investasinya yang dikelola sejak Juni lalu. Ini tentu dianggap tidak biasa oleh pasar.

Buffet tidak pernah membiarkan tumpukan uang tunai hingga US$ 122 miliar (Rp 1.708 triliun) dicairkan begitu saja. Ia biasanya menempatkan uangnya untuk bekerja, baik melalui akuisisi, saham, pembelian kembali (buyback) atau pembelian ekuitas.


Lalu benarkah Buffett tengah memprediksi kejatuhan pasar modal ini?

Pria yang disebut Oracle of Omaha itu pasti memiliki alasan yang tepat atas langkah yang ia lakukan. Di 2008, ia melakukan tindakan serupa dan sukses menyelamatkan uangnya dari krisis yang terjadi di tahun itu.

Uang yang dicairkan ini juga kemudian dipinjamkannya lagi ke perusahaan yang tengah sekarat seperti Goldman Sachs dan General Electric. Sikap ini juga diperkirakan tengah diambil Buffet saat ini.

Dikutip dari CNN, Buffet sepertinya tengah menimbang-nimbang kemungkinan pasar jatuh. "Buffet mengukur kesehatan pasar dengan melihat permodalan dibandingkan dengan PDB," tulis CNN.

Dengan ini, dia berhasil menghindar dari dot-com bubble alias gelembung spekulasi perusahaan internet yang pernah melanda bursa saham AS di tahun 1990 hingga 2000-an.

Kenaikan saham perusahaan yang berlabel dot-com di bursa AS pada saat itu namun tidak sesuai dengan valuasi fundamentalnya, menyebabkan kekacauan di bursa saham.

Tepat sebelum dot-com bubble ini meledak, indikator buffet muncul. Saat itu, kapitalisasi pasar 146% dari GDP.

Sementara, saat krisis 2007-2008 kapitalisasi pasar adalah 135% dari GDP.

Buffet sudah berusia 88 tahun, tapi apakah penilaiannya masih sebaik dahulu?

Return Berkshire Hathaway tertinggal dari indeks utama Dow Jones, Nasdaq, dan S&P500 selama 5 tahun terakhir, membuat banyak orang bertanya soal penilaian Buffet. Indeks sepertinya kini tengah dalam kinerja yang positif.

Namun, bukan berarti potensi kejatuhan tidak akan terjadi. Karena banyak faktor lain yang menujukan aksi jual ini terjadi.

Diantaranya, pemangkasan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve. Saat ini, pasar sangat ingin suku bunga kembali dipangkas. Jika tidak, tentu reaksi berlebihan akan terjadi.

Tensi perang dagang antara AS dengan China dan AS dengan Eropa juga menyebabkan masalah lain. Tanpa penyelesaian, pasar saham bisa mengalami turbulensi berkepanjangan.

Belum lagi ancaman resesi karena ketidakstabilan global dan kawasan. Ini diyakini bisa membawa pasar modal jatuh terjerembab. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading