Jelang "Deal" Divestasi 20%, Begini Respons Vale Indonesia

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
11 October 2019 17:07
Jelang Foto: MIND ID (Mining Industry Indonesia), identitas dan logo baru dari Holding Industri Pertambangan Indonesia secara resmi diperkenalkan di Kantor Pusat PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), Kuala Tanjung, Sumatera Utara (17/8). Identitas baru ini merupakan hadiah persembahan untuk Indonesia yang sedang merayakan Hari Kemerdekaan ke-74. (dok. INALUM)
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyatakan siap melangsungkan pembahasan dengan PT Indonesia Asahan Inalum (Inalum), induk BUMN Pertambangan untuk mematangkan rencana divestasi 20% saham Vale kepada pemerintah.

Seperti diketahui, sesuai dengan amandemen Kontrak Karya, tenggat divestasi saham Vale Indonesia kepada pemerintah 14 Oktober 2019. Pemerintah sebelumnya menunjuk MIND ID, perusahaan induk BUMN pertambangan untuk memuluskan rencana tersebut.

"Diskusi saat ini sedang berlangsung dan diharapkan tercapai kesepakatan awal dalam waktu dekat ini," kata Bernardus Irmanto, Chief Financial Officer Vale Indonesia kepada CNBC Indonesia, Jumat (11/10/2019).

Divestasi ini adalah kewajiban perusahaan yang diatur dalam Undang Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Sebelumnya Vale Indonesia sudah melakukan pertemuan dengan pemerintah untuk membahas proses divestasi tersebut.


"Sesuai dengan komitmen vale dalam amandemen Kontrak Karya 2014, kita berkomitmen bersama dengan pemerintah untuk bisa menyelesaikan divestasi dalam batas waktu yang telah disepakati, yaitu bulan oktober 2019," ungkap Bernardus.

Valuasi INCO
Untuk merealisasikan rencana ini, Inalum butuh dana yang cukup besar, pasalnya, Desember tahun lalu, MIND ID juga merogoh kocek sangat dalam, khususnya melalui penerbitan obligasi global (global bond) guna mengakuisisi saham mayoritas PTFI, salah satu tambang emas terbesar di dunia. Kepemilikan MIND ID di Freeport hingga Desember tahun lalu sebesar 51,25%.

Laporan keuangan audit Inalum 2018 menunjukkan, nilai investasi pada Freeport Indonesia mencapai Rp 65,57 triliun, yang terdiri dari metode ekuitas (penyertaan modal) sebesar Rp19,50 triliun dan uang muka investasi senilai Rp 46,09 triliun.

CNBC Indonesia mengkalkulasi biaya yang disiapkan Inalum untuk menyerap divestasi 20 persen saham INCO. Jika menilik posisi laporan keuangan Juni 2019, saham beredar milik Vale Indonesia total sebanyak 9.936.338.720 saham, maka porsi 20% saham divestasi yang mesti dibeli MIND ID adalah sebanyak 1.987.267.744 saham.

Dengan asumsi harga rata-rata saham INCO hari ini di level Rp 3.600/saham, maka nilai divestasi diperkirakan sebesar Rp 7,15 triliun. Dana ini mesti disiapkan oleh MIND ID, bisa lebih dari itu jika valuasinya naik, atau bisa juga di bawah itu.

Per Juni 2019, struktur kepemilikan saham Vale Indonesia adalah Vale Canada Limited (VCL) sebesar 58,73% (Penanaman modal asing/PMA), Sumitomo Metal Mining Co Ltd 20,09% (PMA), Vale Japan Limited 0,55% (PMA), Sumitomo Corporation 0,14% (PMA) dan publik 20,49%. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading