Sentimen Campur Aduk, Rupiah Sukses Tekuk Dolar AS

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
10 October 2019 18:22
Perundingan Dagang AS-China Penuh

Perundingan Dagang AS-China Penuh

AS dan China akan melakukan perundingan dagang, kali ini di Washington hari ini 10 Oktober waktu setempat, dan berlangsung selama dua hari hingga Jumat besok. Perundingan kali ini merupakan level tingkat tinggi, di mana delegasi China dipimpin Wakil Perdana Menteri Liu H, sementara AS dikomandoi Kepala Kantor Perwakilan Dagang Robert Lighthizer.

Beberapa hari terakhir, berbagai "gosip" berhembus di pasar finansial terkait yang menunjukkan hubungan AS-China panas dingin, dan pasar finansial menjadi bergerak naik turun layaknya roller coaster. 


Di awal pekan ini, hubungan AS-China terlihat memanas, CNBC International mengutip South China Morning Post mewartakan China menurunkan ekspektasi adanya kesepakatan dagang dengan AS. Harian tersebut mengatakan Wakil Perdana Menteri China Liu He yang akan memimpin delegasi China tidak mendapat instruksi khusus dari Presiden Xi Jinping.


Selain itu, AS menambah daftar perusahaan yang masuk daftar hitam (blacklist), termasuk di dalamnya perusahaan yang bergerak di bidang artificial intelligence (AI) China. Kementerian Luar Negeri China akhirnya berkomentar 'tetap pantau' untuk pembalasan tindakan AS tersebut.

Rabu kemarin, harapan damai dagang muncul setelah Bloomberg News melaporkan bahwa China siap membuat beberapa kesepakatan dagang dengan AS asal tidak ada lagi kenaikan bea impor.

Selain itu, Financial Times juga melaporkan bahwa untuk mencapai beberapa kesepakatan tersebut, pejabat China akan melakukan pembelian lebih banyak produk pertanian AS.


Sementara pagi tadi, CNBC International mengutip harian South China Morning Post yang mengatakan perundingan dagang AS-China di pekan ini tidak membuat kemajuan apapun. CNBC International kemudian mendapat jawaban dari pihak Gedung Putih yang menyebutkan laporan South China Morning Post tidak akurat.

Seandainya tidak ada kesepakatan dagang saat pertemuan 10-11 Oktober nanti, Presiden AS Donald Trump sebelumnya sudah mengatakan pada 15 Oktober bea impor produk dari China akan dinaikkan, dan perang dagang bisa kembali tereskalasi.

Hasil resmi perundingan dagang kedua negara baru akan diketahui pada Jumat waktu AS, ini berarti pasar Asia baru akan merespon hasil tersebut pada hari Senin.


TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/pap)
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading