Utang Menumpuk, WSKT Kejar Tagihan Rp 24 T Sampai Akhir 2019

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
08 October 2019 11:41
Pembayaran ini akan menjaga rasio utang perseroan terhadap ekuitas (debt to equity ratio) di level 2,3 kali pada penghujung tahun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menargetkan pembayaran dari proyek turnkey senilai Rp 24 triliun hingga akhir tahun 2019. Pembayaran ini akan menjaga rasio utang perseroan terhadap ekuitas (debt to equity ratio) di level 2,3 kali pada penghujung tahun.

Direktur Keuangan Waskita Karya, Haris Gunawan menyampaikan, pada Oktober 2019, perseroan akan menerima pembayaran dari empat proyek turnkey yang telah dikerjakan oleh Waskita senilai Rp 2,52 triliun.

Keempat proyek tersebut antara lain: Proyek LRT Sumatera Selatan senilai Rp 500 miliar, Proyek Tol Kunciran - Parigi Rp 700 miliar, Proyek Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan Rp 327 miliar, dan Proyek Tol Cinere - Serpong Rp1 triliun.

"Khusus tol Cinere - Serpong proses pemenuhan persyaratan administrasinya masih berlangsung dan diharapkan pencairannya dapat dilaksanakan pada bulan Oktober ini," kata Haris Gunawan, dalam siaran pers yang disampaikan perseroan, Selasa (8/10/2019).


Selain empat proyek tersebut, lanjut Haris, Waskita juga akan melakukan penagihan untuk pekerjaan proyek tol Trans Sumatera yang dikembangkan oleh PT Hutama Karya (Persero) dan selesai pada tahun 2019. Dari proyek tol Trans Sumatera ini, perseroan akan menerima pembayaran sebesar Rp 13 triliun.

Selanjutnya, Waskita juga akan menerima pembayaran dari proyek tol Jakarta - Cikampek II Elevated senilai Rp 4,5 triliun diterima pada Desember 2019.

"Pembayaran atas proyek-proyek ini termasuk dalam rencana penerimaan kas masuk dari proyek turnkey sebesar Rp24 triliun yang selesai di tahun 2019," kata Haris menambahkan.

Selain mempercepat pencairan piutang turnkey, emiten dengan kode saham WSKT ini juga melakukan penjualan konsesi jalan tol dan sebagian dananya akan digunakan untuk menutup utang.

Dalam perkembangan terbaru, dari penjualan 5 ruas tol pada tahun ini, 2 ruas di antaranya dilepas kepada perusahaan asal Hong Kong, Road King Infrastructure Limited. Dua ruas tersebut adalah Tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono.

Road King Infrastructure Limited, berdasarkan laman resmi situsnya, merupakan jaringan usaha konglomerasi asal Hong Kong. Mereka merupakan pengembang, yang juga punya portofolio bisnis mengelola lima jalan tol sepanjang 340 Km di China daratan.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading