Internasional

Siap-siap, Perang Dagang AS VS Eropa di Depan Mata

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
29 September 2019 13:28
Siap-siap, Perang Dagang AS VS Eropa di Depan Mata
Jakarta, CNBC Indonesia - Perselisihan panjang antara Amerika Serikat (AS) dengan Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terancam membawa dampak buruk bagi Eropa.

Sebab, beberapa media melaporkan bahwa WTO akan mengabulkan permintaan AS untuk mengenakan tarif pada miliaran dolar barang-barang Eropa. Langkah ini berpotensi memicu perang dagang baru di seluruh Atlantik.

Pada hari Senin (30/9/19) pukul 10 pagi wilayah Jenewa, Swiss, arbiter dari WTO akan bertemu untuk mencari penyelesaian bagi kasus berusia 15 tahun yang dilaporkan oleh AS.


Negeri yang diperintah Donald Trump itu telah menuntut Eropa di WTO karena memberikan subsidi ilegal kepada perusahaan pembuat pesawat Airbus. Akibatnya, AS meminta Eropa untuk membayar kompensasi atas praktik tersebut melalui penerapan tarif.

Saat ini kasus itu sedang dalam pertimbangan WTO dan diperkirakan hasilnya akan diputuskan sekitar sembilan bulan lagi. Akibat berita kemungkinan bahwa WTO akan mendukung AS, pada awal bulan ini, saham Airbus telah merosot tajam.



Menurut Reuters, AS ingin memberlakukan tarif hingga 100% pada ekspor Eropa ke AS dengan nilai perdagangan tahunan sekitar US$ 11,2 miliar per tahun.

Namun, pada hari Kamis Reuters juga melaporkan bahwa AS tidak mungkin menerapkan tarif setinggi itu. AS hanya mungkin akan memenangkan hak untuk mengenakan tarif pada barang-barang UE senilai sekitar US$ 7,5 miliar per tahun.

AS juga disebut sudah menyiapkan daftar barang yang akan dikenai tarif. Mulai dari pesawat dan suku cadang buatan Eropa, sepeda motor, makanan, minuman, pakaian, bagian logam dasar dan peralatan untuk membuat perhiasan.

Mengutip CNBC International, sebelum AS membawa kasus ini ke WTO, Uni Eropa telah lebih dulu menuduh pemerintah AS memberi subsidi ilegal pada perusahaan pembuat pesawat Boeing.

Menanggapi hal ini, Chief Commercial Officer (CCO) Airbus, Christian Scherer, mengatakan kepada CNBC pekan lalu bahwa tindakan hukum itu tidak mungkin menguntungkan kedua perusahaan.

"Saya tidak berpikir bahwa komunitas kedirgantaraan atau ekosistem di kedua sisi Atlantik memiliki untung apa pun (dengan) saling melaporkan satu sama lain," katanya pada peluncuran prospek komersial tahunan perusahaan.

Sebelumnya pada bulan April tahun ini, Komisi Eropa juga telah meluncurkan konsultasi publik untuk mendiskusikan produk Amerika Serikat yang kemungkinan akan dijatuhi tarif impor.

Daftar tersebut, yang mewakili sekitar US$ 20 miliar ekspor AS ke UE, mencakup berbagai barang termasuk pesawat terbang, bahan kimia dan produk makanan seperti ikan beku dan buah jeruk.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading