Ladang Minyak Aramco Diserang, Bagaimana Saham Emiten Migas?

Market - Sefti Oktarianisa & tahir saleh, CNBC Indonesia
16 September 2019 07:07
Ladang Minyak Aramco Diserang, Bagaimana Saham Emiten Migas?

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten pertambangan minyak dan gas (migas) akan menjadi sorotan pada perdagangan Senin ini (16/9/2019) seiring dengan sentimen penggerak global khususnya terkait dengan serangan yang terjadi di ladang minyak milik perusahaan minyak Saudi Aramco di Arab Saudi, Sabtu (14/9/2019).

Serangan tersebut diprediksi akan mendorong harga minyak mentah dunia naik sebesar US$ 10 per barel lantaran serangan pesawat tak berawak tersebut akan memaksa kerjaan Arab Saudi memotong setengah produksi minyaknya.

Beberapa saham sektor ini yang akan menjadi sorotan ialah PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Surya Essa Perkasa Tbk (ESSA), PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), dan PT Ratu Prabu Tbk (ARTI).


Hanya saja, berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan lalu, Jumat (13/9/2019), dalam sepekan ada saham sektor ini yang masuk top losers atau deretan saham dengan koreksi dalam yakni Medco Energi yang turun 1,96% di level Rp 750/saham dengan nilai perdagangan Rp 55,63 miliar dan volume perdagangan 72,31 juta saham.


Saham-saham lainnya pun bergerak memerah seiring dengan masih rendahnya harga minyak dunia dan belum adanya sentimen berarti yang menggerakkan saham sektor ini.

Adapun saham yang masuk top gainers dengan kenaikan tertinggi yakni Energi Mega Persada 10,91% di level Rp 61 dengan nilai transaksi Rp 30,22 miliar dan volume perdagangan 505,69 juta saham.

Berikut kinerja saham emiten migas pada Jumat pekan lalu:

- Elnusa (ELSA) -1,18%, Rp 336/saham, year to date (ytd) -2,33%
- Medco Energi (MEDC) -1,32%, Rp 750/saham, ytd +9,49%
- Energi Mega Persada (ENRG) +5,17%, Rp 61/saham, ytd 22%
- Surya Essa Perkasa (ESSA) - 0,73%, Rp 272/saham, ytd -16%
- Radiant Utama (RUIS) 0,00%, Rp 234, ytd -10%
- Astrindo Nusantara (BIPI) 0,00%, Rp 50/saham, ytd 0%
- Ratu Prabu (ARTI) 0,00%, Rp 50/sahan, ytd 0% 


Dari tujuh emiten di sub-sektor pertambangan migas ini, mengacu data BEI, ada tiga emiten yang harga sahamnya dikategorikan stagnan yakni Radian Utama, Astrindo, dan Ratu Prabu. Bahkan Ratu Prabu masuk label 'saham tidur' karena tak mencatatkan pergerakan harga saham dalam setahun terakhir.

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian ialah serangan yang terjadi di ladang minyak milik perusahaan Saudi Aramco. Pada Sabtu, sekitar 10 drone (pesawat tanpa awak) menyerang salah satu ladang minyak terbesar Arab Saudi di Hijra Khurais dan fasilitas pemrosesan minyak mentah di dunia di Abqaiq.

Serangan dilakukan Sabtu pagi sekitar pukul 04.00 waktu setempat.


Fasilitas Khurais yang berjarak 250 kilometer dari Dhahran, menjadi lokasi ladang minyak utama. Sedangkan fasilitas Abqaiq yang berlokasi 60 kilometer sebelah barat daya kantor utama Aramco di Dhahran, merupakan lokasi pabrik pengolahan minyak terbesar milik Saudi Aramco.

Serangan ini diprediksi akan menaikkan harga minyak US$ 10/barel. "Ini masalah besar," kata Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow sebagaimana dilansir CNBC International Minggu (15/9/2019).

Serangan ini bakal menyebabkan hilangnya 5,7 juta barel produksi minyak mentah per hari atau 50% dari total produksi negara kerjaan itu.

Analis lainnya juga mengatakan kenaikan harga tak terelakkan. Mengingat perbaikan fasilitas pasti akan memakan waktu lama hingga berbulan-bulan.


Tingkat kerusakan dari serangan itu juga tidak diketahui secara pasti. Lantaran pihak keamanan dan pemerintah melarang jurnalis untuk berada dekat lokasi kejadian.

Pemberontak Houthi Yaman mengaku berada di belakang serangan ini dan mengaku bertanggung jawab atas serangan terbesar di negara tersebut.

Dari sisi harga minyak, sepekan lalu, harga minyak mentah dunia anjlok. Dari 5 hari perdagangan si emas hitam hanya sekali menguat, sisanya berakhir di zona merah.

Minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) mencapai pelemahan 4 hari berturut-turut pada perdagangan Jumat (13/9/19). Dalam sepekan, Brent yang jadi patokan Eropa dan Asia melemah 2,12% dan WTI untuk patokan pasar AS turun lebih besar lagi, 2,92%.


Lebih lanjut, Presiden dan CEO Saudi Aramco, Amin Nasser mengatakan tidak ada yang terluka dalam serangan itu. "Pekerjaan sedang dilakukan untuk memulihkan produksi dan pembaruan kemajuan akan diberikan dalam waktu sekitar 48 jam," kata Nasser.

Serangan ini terjadi di tengah rencana Saudi Aramco yang berniat melakukan penawaran saham perdana (IPO) terbesar tahun ini. 

(tas/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading