Didepak dari Indeks LQ-45, Saham Elnusa Ngambek!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
26 July 2019 15:36
Didepak dari Indeks LQ-45, Saham Elnusa Ngambek!
Jakarta, CNBC Indonesia - Keluar dari Indeks LQ-45, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) langsung amblas 5,49% di level Rp 344/saham pada sesi II perdagangan Jumat ini (26/7/2019). Investor asing bahkan melepas saham ini (net sell) mencapai Rp 6,51 miliar hingga sesi kedua ini.

Data perdagangan Bursa Eek Indonesia (BEI) mencatat, pada pukul 14.38 WIB, saham ELSA minus di level Rp 344/saham, dengan nilai transaksi Rp 15,57 miliar dan volume perdagangan 44,50 juta saham. Sepekan terakhir, saham ELSA minus hingga 9%.

Kamis kemarin, BEI merilis anggota atau konstituen baru dari Indeks LQ-45, indeks acuan di bursa yang berisi 45 saham paling likuid (dan didukung fundamental baik) di pasar modal. Ada tiga saham terdepak termasuk ELSA, sementara dua saham lainnya yakni PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Sentimen harga minyak belum terlalu berpengaruh ke harga saham perusahaan hari ini mengingat harga minyak dunia tak bergerak signifikan.

Pada Jumat (26/7/2019) pukul 07:45 WIB, Tim Riset CNBC Indonesia mencatat harga minyak jenis Brent (untuk patokan pasar Asia dan Eropa) turun 0,28% di level US$ 63,22 per barel, sementara harga minyak jenis light sweet (patokan AS) naik tipis 0,09% di level US$ 56,04 per barel.

Tahun ini, Elnusa
menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 1 triliun, naik dari anggaran tahun lalu yang senilai Rp 600 miliar. Kenaikan investasi ini akan meningkatkan kapasitas perusahaan dalam menggarap proyek di hulu migas.


"Bisnis di upstream akan kita perkuat karena dengan menggiatnya kegiatan oil and gas tentunya kegiatan services juga menggiat makanya kegiatan investasi juga akan kita lakukan tahun ini ," kata Direktur Utama Elnusa Elizar Parlindungan Hasibuan di Graha Elnusa, Kamis (11/4/2019).

Elizar mengatakan tahun ini perusahaan bakal memperkuat bisnis hulu seiring dengan meningkatnya kegiatan minyak dan gas sehingga kegiatan servis juga akan meningkat tahun ini.

Dana capex ini berasal dari kas internal perusahaan yang ditambah dengan dana yang diperoleh dari pinjaman sindikasi senilai US$ 80 juta (Rp 1,12 triliun, asumsi kurs Rp 14.100/US$).

Adapun untuk tahun ini perusahaan menggenjot perolehan kontrak dari pekerjaan di luar negeri. Baru-baru ini ELSA memperoleh kontrak untuk bekerja sama dengan SOCO International untuk bekerja di Vietnam.

Elnusa masuk ke bisnis air.

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading