Tertekan Kinerja 107 Produk, Performa RD Saham Minus 3% Ytd

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
03 September 2019 19:03
Tertekan Kinerja 107 Produk, Performa RD Saham Minus 3% Ytd
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja reksa dana saham (RD saham) sejak awal tahun sampai Agustus 2019 masih negatif, -3,85% meskipun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru positif 2,16% pada periode tersebut atau year to date (ytd).

Kinerja miring ini kemungkinan besar masih disebabkan oleh 107 RD saham yang berkinerja negatif, bahkan 25 di antaranya mengalami penurunan yang ekstrim.

Data PT Infovesta Utama menunjukkan hitungan gabungan RD saham tersebut tercermin melalui Indeks Reksa Dana Saham Infovesta 90 (Infovesta Equity Fund Index 90) yang mengecualikan 10% reksa dana yang kinerjanya terlalu ekstrim positif maupun ekstrim negatif.


Sebelumnya, acuan kinerja RD saham menggunakan Indeks Reksa Dana Saham Infovesta yang belum disesuaikan, bersama dengan jenis RD lain yaitu RD pendapatan tetap, RD campuran, dan RD pasar uang.




Saat ini, ada 266 RD saham yang masuk dalam pantauan Infovesta Utama, di mana 107 RD saham memiliki kinerja negatif, danĀ 36 produk di antaranya turun lebih rendah dari -10% dan 25 produk dari jumlah tersebut bahkan melemah lebih dari 40%.

Sebanyak 25 produk RD saham dengan kinerja yang di luar kewajaran tersebut tampaknya masih membebani Indeks Reksa Dana Saham Infovesta 90 sehingga masih mencatatkan kinerja yang negatif.

RD saham adalah produk reksa dana yang minimal 80% portofolionya berupa saham. Reksa dana sendiri adalah produk yang mengumpulkan dana publik dan kemudian dikelola manajer investasi untuk kemudian dibelikan efek yang tersedia di pasar modal serta instrumen pasar uang.

Untuk penghuni bursa saham domestik sendiri, pada periode yang sama hanya ada 41 saham yang koreksinya melebihi 40%, meskipun termasuk di dalamnya tiga saham anggota indeks yang paling likuid yaitu LQ-45. Ketiganya yaitu PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).

Koreksi ekstrim dialami oleh tiga saham yaitu PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS), PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), dan PT SMR Utama Tbk (SMRU) masing-masing 80,18%, 82,92%, dan 92,31%.

Untuk yang positif, sebanyak 159 reksa dana saham mampu membukukan kinerja yang lebih besar daripada nol, di mana 21 produk berkinerja di atas 10%, dan tiga produk di antaranya menguat lebih besar daripada 20%.

Ketiganya yaitu BNI-AM Dana Saham Syariah Musahamah, Minna Padi Amanah Saham Syariah, dan Pacific Equity Flexi Fund dengan kinerja 21,84%, 31,67%, dan 39,27%.






Penghuni IHSG dengan penguatan di atas 40% dialami oleh 57 saham perusahaan dan yang ekstrim terjadi pada saham 11 saham dengan penguatan di atas 100%. Tiga saham yang kenaikannya tertinggi yaitu PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), dan PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) dengan penguatan masing-masing 190,32%, 225%, dan 1.148%.


Reksa Dana Pendapatan Tetap

Untuk reksa dana pendapatan tetap yang berbasis obligasi atau surat utang, kinerja Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Infovesta 90 yaitu 7,43% justru di atas kinerja obligasi korporasi dan obligasi pemerintah, yang diwakili dengan Indeks Obligasi Korporasi Infovesta dan Indeks Obligasi Pemerintah Infovesta yang naik 4,33% dan 6,86%.

RD pendapatan tetap adalah produk reksa dana yang isinya mayoritas efek surat utang, terutama obligasi pemerintah, obligasi korporasi, serta sukuk baik yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan baik swasta atau BUMN.





Reksa Dana Campuran

Dari segmen RD campuran, hanya ada 33 produk yang negatif sepanjang 2019 dari total 160 produk yang dicermati Infovesta Utama, dan sebaliknya ada tiga yang berkinerja di atas 20%. Ketiganya adalah Insight Syariah Berimbang (I-SHARE), Minna Padi Property Plus, dan Insight Generate Balanced Fund. Kinerja positif itu membentuk Indeks Reksa Dana Campuran Infovesta 90 naik 3,77%.

RD campuran adalah produk reksa dana yang memiliki fleksibilitas tinggi karena manajer investasi memiliki kuasa untuk mengalihkan portofolio dari mayoritas di pasar saham atau mengalihkannya menjadi berupa obligasi.





Reksa Dana Pasar Uang

Jenis terakhir adalah RD pasar uang yang berisi deposito dan obligasi umur pendek. Meskipun produk ini bersifat hampir tidak pernah minus karena mayoritas portofolio investasinya ditempatkan pada deposito, masih ada tiga produk yang berkinerja negatif.

Kinerja negatif RD pasar uang dapat diduga disebabkan oleh pencairan produk yang kencang atau produk terkait akan segera dibubarkan sehingga portofolionya tidak dikelola dengan seksama oleh manajer investasi.





TIM RISET CNBC INDONESIA

(irv/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading