Mantap! Sri Mulyani Siap Beri Insentif Pajak IPO Jadi 17%

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
03 September 2019 18:49
Mantap! Sri Mulyani Siap Beri Insentif Pajak IPO Jadi 17%

Jakarta, CNBC IndonesiaMenteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, melakukan gebrakan baru dalam bidang perpajakan khususnya mendorong pasar modal Indonesia.

Menkeu menegaskan, dalam aturan pajak yang baru akan ditetapkan penurunan tarif pajak badan bagi perusahaan yang akan mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) atau go public di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal itu disampaikan oleh Menkeu usai Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Presiden, Selasa (3/9/2019).


"Dalam rangka ini, kami susun RUU baru," kata Sri Mulyani.

"RUU ketentuan dan fasilitas perpajakan [ini] untuk penguatan perekonomian," imbuh Sri Mulyani.

Dalam RUU baru tersebut, akan menyangkut tiga UU yang direvisi yakni PPh (Pajak Penghasilan), PPN (Pajak Pertambahan Nilai), dan KUP (Ketentuan Umum Perpajakan).

"Di bidang PPh, substansi terpenting adalah penurunan tarif PPh Badan. Seperti yang sudah disampaikan, sekarang 25 persen, turun secara bertahap ke 20 persen," kata Sri Mulyani.


"Bisa dilakukan [penurunan PPh] dan penurunan dimulai 2021. Dari 2020 tidak terpengaruh, baru 2021. Perusahaan go public penurunan 3 persen di bawahnya. Artinya bisa 17 persen, sama dengan PPh di Singapura, terutama go public [IPO] baru yang baru mau masuk ke bursa," tegas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Sri Mulyani mengatakan, hal ini dilakukan untuk menaikkan perekonomian Indonesia, termasuk mendorong pendanaan investasi, menyesuaikan prinsip income perpajakan hingga menggunakan azas teritorial.

"Ini mendorong kepatuhan, menciptakan keadilan iklim usaha, dan tempatkan berbagai fasilitas perpajakan dalam perundang undangan."

Sebelumnya, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama, mengatakan, tarif PPh untuk wajib pajak badan umumnya sebesar 25% sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan.

Setelah itu ada insentif yang diberikan pemerintah untuk perusahaan IPO berupa penurunan tarif pajak sebesar 5% sehingga menjadi 20% saat ini. Dengan demikian, jika RUU baru nantinya berhasil lolos di DPR dan disahkan Presiden, maka PPh badan untuk perusahaan IPO ini akan diturunkan lagi 3% melalui RUU pajak baru tersebut.

Dalam RUU baru ini, Sri Mulyani juga menegaskan akan menghapuskan PPh atas dividen (dari laba bersih) dari dalam negeri dan luar negeri.

"Selama ini dividen dari dalam dan luar negeri yang diterima PPh badan kalau miliki saham di atas 25 persen tidak dikenai PPh, tapi kalau di bawah kena PPh normal 25 persen," kata Sri Mulyani.

(tas/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading