BNI Bantu WNI di Jepang Berinvestasi di Era Digital

Market - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
01 September 2019 18:59
BNI Bantu WNI di Jepang Berinvestasi di Era Digital
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) menggelar Workshop Literasi Remitansi Nontunai dan Investasi di Era Digital bagi pekerja migran Indonesia atau PMI.

Ada sekitar 300 PMI yang hadir pada event literasi keuangan Digital yang diselenggarakan di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), Minggu (1 September 2019).

Manajemen BNI mengungkapkan latar belakang kegiatan ini karena adanya kebutuhan edukasi tentang pentingnya berinvestasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri. Kebutuhan edukasi ini diperlukan tak hanya bagi masyarakat yang ada di daerah, akan tetapi juga diharapkan menyentuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri.


Para WNI yang mendapatkan penghasilan sebagai pekerja migran atau PMI kerap memiliki pengetahuan terbatas dalam hal pengelolaan uangnya.


Alih-alih menginvestasikan uangnya, para PMI hanya mengetahui cara menarik uang, bersikap konsumtif, tanpa memahami pentingnya menyimpan uang di tabungan atau produk deposito. Padahal menabung pada tabungan atau deposito itu penting agar uang mereka tetap utuh sekembalinya pulang ke Indonesia.

Direktur Keuangan BNI Ario Bimo mengatakan pengetahuan tentang berinvestasi ini menjadi krusial karena bekerja di luar negeri bukanlah pekerjaan yang selamanya, sehingga pendapatan yang diperoleh bisa saja habis dengan cepat. Inisiatif untuk menabung perlu tertanam dalam benak WNI di luar negeri.

"Melalui workshop ini BI dan BNI memperluas akses informasi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama untuk mengetahui cara berinvestasi yang aman," katanya dalam siaran pers, di Jakarta, Minggu (1/9/2019). 

Tahap awalnya, WNI perlu mengetahui implementasi remitansi oleh BI dengan kampanye Dana Berakhir di rekening, sehingga WNI di luar negeri dan keluarganya dapat semakin mudah mengelola keuangannya, termasuk melakukan investasi untuk perencanaan masa depan.

Bimo menyampaikan bahwa keikutsertaan BNI dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen BNI sebagai agent of development untuk meningkatkan awareness WNI di Jepang akan pentingnya pengelolaan keuangan dan Investasi.

Sebelum teknologi digital berkembang seperti sekarang, investasi masih dilakukan dengan cara yang tradisional. Namun seiring berjalannya waktu, dunia pasar modal pun ikut beralih ke metode digital atau yang dikenal dengan istilah scripless.

"Maka dari itu, pada kesempatan ini BNI sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara turut mendukung program Bank Indonesia ini dengan memberikan produk dan layanan perbankan terbaik bagi diaspora dan PMI di Jepang," katanya.

Semakin mudahnya WNI di Jepang dalam memperoleh fasilitas perbankan Indonesia di Jepang, diharapkan dapat mendorong masyarakat Indonesia di Jepang untuk menjadikan BNI sebagai bank of choice dalam menampung dana simpanannya.

Selain itu dengan semakin lengkapnya fasilitas pengiriman uang ke Indonesia tersebut maka proses transfer dana menjadi yang lebih mudah, cepat, aman, dan dapat dilakukan dari seluruh penjuru Jepang.

"Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong para PMI untuk menjadikan BNI sebagai bank Indonesia yang dapat memfasilitasi seluruh kebutuhan transaksi perbankannya," ujar Bimo.

Bimo menyampaikan bahwa saat ini, lebih dari 45.000 pekerja asal Indonesia saat ini bekerja di berbagai sektor seperti pertanian, manufaktur, dan perikanan di Jepang. Sampai dengan bulan Juni 2019, kinerja pembukaan rekening tabungan BNI di Jepang mengalami pertumbuhan sebesar 33% secara year on year (yoy).


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading