Kredit Q1 Capai Rp 559 T, BNI Geber Naik 6-9% Tahun Ini

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 April 2021 17:43
Public expose Q1-2021 BNI (Tangkapan Layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perbankan BUMN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melaporkan kinerja kuartal I-2021. Penyaluran kredit di kuartal I-2021 tumbuh 2,2% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 559,33 triliun, jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, mengatakan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) perseroan pertumbuhan kredit tahun ini ditargetkan di kisaran 6-19%, dan dana pihak ketiga (DPK) 3-5%, margin bunga bersih (NIM/net interest margin) 4,6-4,8%.

"Dalam RBB, kami telah mempertimbangkan kondisi ekonomi dan memproyeksikan dari ekonomi makro dan mikro sebagai pertimbangan," katanya dalam konferensi pers kinerja kuartal I-2021, Senin (26/4/2021).


"Kredit akan kami dorong pertumbuhan di kisaran 6-9%, DPK 3-5%, NIM 4,6-4,8%. Sasaran yang ingin kami tuju diupayakan ada beberapa langkah strategis. Pertama, meningkatkan kualitas kredit dengan manajemen risiko. Kedua, meningkatkan digital capability, ketiga ekspansi bisnis berkelanjutan, keempat tingkatkan CASA [current account saving account] dan FBI [fee based income] melalui transaksi."

"Kita juga akan mengoptimalkan jaringan di internasional dengan memperkuat kerja sama. Keenam, kita akan meningkatkan kontribusi anak perusahaan," jelas mantan Dirut PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ini.

Per kuartal I-2021, perseroan melaporkan laba bersih sebesar Rp 2,39 triliun, dengan rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio ditetapkan pada level 200,5%, lebih tinggi dari posisi akhir tahun 2020 yang sebesar 182,4%.

Sebagai perbandingan laba bersih kuartal I-2020 BNI yakni sebesar Rp 4,25 triliun, artinya laba 3 bulan tahun ini turun 43,76%.

Perseroan memang membentuk pencadangan (cadangan kerugian penurunan nilai/CKPN) yang sesuai untuk menghadapi risiko penurunan kualitas aset serta menghadapi tantangan perekonomian di masa mendatang. Itu sebabnya, pada kuartal 1 tahun 2021, perseroan tetap membentuk CKPN yang tinggi sebesar Rp 4,81 triliun atau meningkat 127,7% di atas CKPN kuartal I Tahun 2020 yang sebesar Rp 2,11 triliun.

"Dengan fundamental yang semakin kuat dan berjalannya program transformasi perusahaan, termasuk transformasi layanan digital, kami yakin bahwa kinerja BNI hingga akhir tahun 2021 dapat lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020," kata Royke.

Royke mengatakan, BBNI melanjutkan tren kinerja positif di tengah proses pemulihan ekonomi nasional.

Pada kuartal pertama 2021, perseroan mencatat DPK tumbuh 8,1% year on year (YoY) mencapai Rp 639,0 triliun, terutama dikontribusikan oleh peningkatan giro dan tabungan yang masing-masing tumbuh 13,1% dan 12,9% YoY.

"Hal ini mempertegas posisi BNI sebagai salah satu franchise DPK yang kuat di industri," katanya.

Dia menjelaskan, di tengah tren penurunan suku bunga kredit untuk mendorong perekonomian nasional, perseroan berupaya untuk memastikan pertumbuhan DPK yang sehat dalam rangka menjaga marjin bunga bersih (Net Interest Margin).

Pada kuartal pertama 2021, BNI membukukan NIM yang membaik dari 4,5% di akhir tahun 2020 yang lalu menjadi 4,9%. Pencapaian ini juga diikuti dengan pertumbuhan kredit 2,2% YoY, jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri dimana hingga kuartal 1 tahun 2021, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 559,33 triliun.

Sementara itu, di tengah kondisi perekonomian yang masih menantang di 3 bulan pertama tahun 2021, BNI dapat merealisasikan pendapatan non bunga atau fee based income sebesar Rp 3,19 triliun.

Pencapaian ini antara lain dikontribusikan dari recurring fee yang mencapai Rp 2,91 triliun atau tumbuh 9,4% dari posisi yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan recurring fee berasal dari komisi atas jasa transaksi perbankan seperti layanan cash management dan trade finance bagi segmen bisnis, serta layanan ATM, mobile banking, dan layanan elektronis atau e-channel lainnya di segmen ritel.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading