Pinjamkan Rp 1,4 T ke Duniatex, Bos BRI: Kami Enggak Khawatir

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
14 August 2019 11:15
Pinjamkan Rp 1,4 T ke Duniatex, Bos BRI: Kami Enggak Khawatir Foto: Direktur Utama Bank BRI Suprajarto di Forum PBB, 26 Juni 2019/doc.BRI
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menegaskan bahwa perseroan tak khawatir dengan kabar gagal bayar (default) kupon obligasi pada salah satu perusahaan yang tergabung di Grup Duniatex. Grup ini menjadi salah satu debitur Bank BRI.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan pihaknya tidak khawatir dengan kredit yang disalurkan kepada perusahaan tekstil tersebut. Ia menyebutkan nilai kredit yang disalurkan ke Duniatex sekitar Rp 1,4 triliun.

"Kami enggak khawatir-khawatir amat, cadangan 20% sampai Juni kewajibannya masih dibayar," kata Suprajarto, dalam konferensi pers paparan kinerja di Jakarta, Rabu (14/8/2019).


Dari total Rp 1,4 triliun yang disalurkan, nilai jaminannya mencapai 1227%.


Sebelumnya sempat heboh, kabar gagal bayar dari pemain besar di industri tekstil Indonesia. Saat itu, S&P Global Ratings memangkas habis peringkat (rating) utang jangka panjang PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT) beserta dengan surat utang berupa senior unsecured notes yang diterbitkan perusahaan, dari BB- menjadi CCC-.

DMDT atau Grup Duniatex yang merupakan pemain besar di industri tekstil Tanah Air dan punya beberapa unit usaha. Tak tanggung-tanggung, pemangkasan yang dieksekusi oleh S&P langsung sebanyak enam notch.

Dalam publikasinya, S&P menyebut bahwa DMDT berpotensi menghadapi kesulitan untuk memenuhi kewajiban terkait syndicated loans senilai US$ 5 juta yang akan jatuh tempo pada September 2019, walaupun di saat yang bersamaan S&P memproyeksikan bahwa perusahaan akan tetap mampu untuk membayar bunga dari senior unsecured notes senilai US$ 300 juta pada bulan yang sama.


Dalam beberapa bulan ke depan, S&P menilai bahwa penurunan likuiditas yang signifikan pada induk usaha DMDT yakni Grup Duniatex dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Pasalnya, kondisi likuiditas Grup Duniatex yang begitu ketat telah membuat anak usahanya yang lain, yakni PT Delta Dunia Sandang Tekstil (DDST) yang bergerak di bidang pemintalan, gagal memenuhi kewajiban membayar utang pada pekan sebelumnya.

Seiring dengan 'meletusnya' kasus gagal bayar dari anak usaha Grup Duniatex tersebut, sejumlah nama bank besar pun terseret. Selain BBRI, ada pula kreditor lain yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).


Selain ketiga bank tersebut, terdapat beberapa bank lain yang diketahui ikut memberikan kredit ke Duniatex, salah satunya Indonesia Eximbank.

Berdasarkan tenornya, pinjaman DMDT per akhir 2018 didominasi oleh kredit jangka panjang yakni senilai Rp 2,94 triliun, diikuti oleh kredit jangka pendek senilai Rp 1,83 triliun.

Sementara itu, porsi dari utang jangka panjang yang jatuh tempo per tahun 2018 adalah senilai Rp 485,3 miliar.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading