BTN Targetkan Laba 2019 Tembus Rp 2,6 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 July 2019 15:15
BTN Targetkan Laba 2019 Tembus Rp 2,6 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menargetkan laba bersih 2019 tembus Rp 2,6 triliun. Hingga semester I-2019 BTN mencatatkan laba sebesar Rp 1,3 triliun atau sudah 50% dari target.

Pada akhir tahun BTN juga menargetkan rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) 19,1%. Dengan permodalan tersebut BTN bersiap memacu kredit pada tahun depan.

Pada semester I-2019, BTN mencatatkan penyaluran kredit Rp 251,04 triliun atau tumbuh 18,78% secara tahunan.


Pertumbuhan kredit masih ditopang sektor perumahan. Lini bisnis ini mencatatkan kenaikan 19,72% (yoy) menjadi Rp 173,61 triliun. Segmen kredit ini didorong oleh penyaluran kredit KPR subsidi menjadi senilai Rp 90,75 triliun atau naik 27,55% (yoy).

Pertumbuhan kredit BTN telah menyumbang pendapatan bunga naik 19,8% 9yoy). Dari Rp 10,66 triliun menjadi Rp 12,78 triliun. Adapun pendapatan bunga bersih BTN menjadi Rp 4,71 triliun.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 234,80 triliun atau naik 15,89% (yoy). Pertumbuhan DPK ini lebih tinggi dari industri perbankan nasional yang hanya tumbuh 7,42%.

BTN Targetkan Laba 2019 Tembus Rp 2,6 TFoto: Konferensi pers terkait paparan kinerja BTN (CNBC Indonesia/Syahrizal Sidik)

Junior Global Bond

Selain menargetkan laba tinggi, BTN juga akan melakukan aksi korporasi penerbitan instrumen junior global bond senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.000. Instrumen ini akan direalisasikan pada November tahun ini.

Nixon L Napitupulu, Direktur BTN menyatakan instrumen surat ini bertujuan untuk memperkuat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) BTN. Ini adalah instrumen junior global bond pertama jika terealisasi.

"Global bond junior sifatnya junior di November atau Desember kita realisasikan, saat ini tahapannya arranger investment bank yang bisa membantu penerbitan junior global bond 300 juta US$," kata Nixon.

Ekspansi instrumen juga dilakukan mengingat perseroan sudah mampu menyalurkan pembiayaan untuk 300 ribu rumah, ini yang kemudian berdampak pada tergerusnya CAR perseroan menjadi 1-1,5%. "Untuk menjaga pendanaan tetap kuat, kami mencari pendanaan eksternal," ungkapnya.

Selain penerbitan instrumen surat utang global, BTN juga sedang dalam pembicaraan mengenai pendaaan subordinasi bilateral dengan salah satu lembaga keuangan domestik.

Selanjutnya, bila kedua instrumen tersebut dapat terealisasi pada tahun ini, BTN membuka peluang menghimpun dana di pasar modal melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, hanya saja masih menantikan waktu yang tepat.

Hingga semester pertama, bank pelat merah yang fokus pada pembiayaan perumahan ini mencatatkan penyaluran kredit di atas rata-rata industri perbankan. Per Juni 2019, BTN mencatatkan penyaluran kredit Rp 251,04 triliun atau tumbuh 18,78% secara tahunan.

Pertumbuhan kredit masih ditopang sektor perumahan. Lini bisnis ini mencatatkan kenaikan 19,72% (yoy) menjadi Rp 173,61 triliun. Segmen kredit ini didorong oleh penyaluran kredit KPR subsidi menjadi senilai Rp 90,75 triliun atau naik 27,55% (yoy).

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 234,80 triliun atau naik 15,89% (yoy). Pertumbuhan DPK ini lebih tinggi dari industri perbankan nasional yang hanya tumbuh 7,42%. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp 1,3 triliun atau 50% dari target 2019 sebesar Rp 2,6 triliun.--



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading