Tak Mau Kalah, Saham BCA Rekor & Kokoh Jawara Market Cap

Market - Houtmand P Saragih & Yazid Muamar, CNBC Indonesia
11 July 2019 16:58
Tak Mau Kalah, Saham BCA Rekor & Kokoh Jawara Market Cap
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada penutupan perdagangan hari ini Kamis (11/7/2019) ditutup menguat tipis hanya 0,42% pada level Rp 30.125/unit saham. Namun demikian, kenaikan tersebut sudah cukup membawa harganya mencetak rekor (all time high).

Sejak awal tahun, kinerja harga saham BBCA mengalami kenaikan 15,8%. Kinerja tersebut aham BCA hari ini membuat bobot smengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh hanya 3,59% serta kinerja indeks sektor keuangan yang tumbuh 12,3%.

Kenaikan saham Bank BCA membuat kapitalisasi pasarnya membengkak menjadi Rp 739,65 triliun, nilai tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kapitalisasi emiten lain. Secara persentase bobot BBCA mencapai 10,05% dari IHSG.

Emiten yang bergerak dalam bidang usaha perbankan serta jasa keuangan lainnya tersebut mulai beroperasi di industri perbankan sejak tanggal 12 Oktober 1956.


Belakangan saham BCA banyak diminati para pelaku pasar sebagai sarana investasi, termasuk investor asing yang membukukan beli bersih (net buy) mencapai Rp 2,63 triliun sejak awal tahun di pasar reguler.

Pada kuartal I 2019, BCA membukukan laba bersih hingga Rp 6,1 triliun atau naik 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang sebesar Rp 5,5 triliun.

Perolehan laba didorong oleh pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya yang tumbuh 13,7% menjadi Rp 16,7 triliun.
BCA mencatat pendapatan bunga bersih sendiri naik 11,2% menjadi Rp 12 triliun dan pendapatan operasional lainnya naik 20,7% menjadi Rp 4,7 triliun.

"Pertumbuhan pendapatan operasional yang positif pada triwulan I-2019 ditopang oleh pertumbuhan kredit dan fee based," kata Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, di Grand Indonesia, Kamis (25/5/2019) saat paparan kinerja beberapa waktu lalu.

Berikut rasio keuangan BCA di kuartal I-2019:
  • CAR 24,5%
  • LDR 81%
  • NPL 1,5%
  • Total DPK Rp 629,6 triliun (naik 7,9%).

Reli Tak Henti, Saham Bank Rekor Baru
[Gambas:Video CNBC] (yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading