Simak 4 Kabar yang Bikin Heboh Pasar Saham

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
10 July 2019 09:26
Simak 4 Kabar yang Bikin Heboh Pasar Saham
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa kemarin (9/7/2019) berhasil ditutup menguat 0,57% ke level 6.388,32 meski di awal perdagangan sempat ditransaksikan melemah.

IHSG sukses melaju di zona hijau kala mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditransaksikan di zona merah: indeks Shanghai melemah 0,18%, indeks Hang Seng jatuh 0,76%, indeks Straits Times terkoreksi 0,17%, dan indeks Kospi terpangkas 0,59%.

Sebelum perdagangan hari ini, Rabu (10/7/2019) dibuka, ada baiknya kembali mencermati aksi dan peristiwa emiten sebagaimana dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia:


1.Huawei Bakal Jadi Pemegang Saham Terbesar Bakrie Telecom
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyebutkan setelah seluruh proses restrukturisasi perusahaan selesai, termasuk rampungnya proses konversi obligasi wajib konversi (OWK) yang dipegang sejumlah krediturnya rampung, maka mayoritas kepemilikan saham perusahaan akan dimiliki PT Huawei Tech Investment.

Chief Financial Officer Bakrie Telecom Aditya Irawan mengatakan masa konversi OWK ini masih akan berlaku sampai dengan 2024 mendatang. Adapun total OWK yang diterbitkan perusahaan seluruhnya berjumlah 45% dari total saham yang ditempatkan dan disetor perusahaan.

"Masa konversi OWK sampai 2024, andaikata semua melakukan konversi 45%, termasuk Huawei di dalamnya, Huawei nanti jadi 9%. Wesel senior itu jumlahnya setara dengan 23%, yang lainnya itu pemegang OWK lainnya. Paling besar tetap Huawei," kata Aditya di Bakrie Tower, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

2.Citilink-Garuda Harus Batalkan Kerja Sama dengan Mahata
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengeluarkan rekomendasi khusus kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Garuda/GIAA) setelah melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT).

BPK merekomendasikan Garuda Indonesia untuk melakukan restatement atau penyajian kembali laporan keuangan 2018. Sementara itu, lewat Citilink anak usaha Garuda Indonesia harus membatalkan kerja sama dengan PT Mahata Aero Technology (Mahata) dalam kontrak penyediaan Wifi.

"BPK sudah memeriksa dan melakukan evaluasi terhadap Laporan Garuda. BPK meminta untuk membatalkan kerja sama Citilink dengan Mahata Aero Technology. BPK merekomendasikan juga agar GIAA melakukan restatement atau penyajian Laporan Keuangan 2018," ujar Anggota BPK Achsanul Qasasi kepada CNBC Indonesia, Selasa (9/7/2019).

3.Dapat Likuiditas Rp 4 T, Mandiri Tak Pakai Buat Kredit
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mendapatkan likuiditas tambahan sebesar Rp 4 triliun dari kebijakan pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI). Namun, Bank Mandiri memilih untuk tidak menggunakan likuiditas itu untuk penyaluran kredit.

"Sebetulnya tidak lebih ekspansif karena kita lihat market dan semuanya, kita sudah tidak koreksi Rencana Bisnis Bank (RBB) tetap 11% pertumbuhannya [kredit]," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) internal antara Himbara dan Perbanas dan Komisi XI DPR, Selasa (9/7/2019).

Rohan menambahkan likuiditas sebesar Rp 4 triliun itu akan disalurkan ke pasar uang atau instrumen pasar uang (obligasi). Menurutnya, likuiditas bisa digunakan untuk membeli medium terms note (MTN) sebelum disalurkan ke kredit. Hal itu bisa dilakukan di jangka pendek sebelum disalurkan ke kredit.

4.Terungkap! Ternyata Ada Upaya "Terselubung" Caplok Jababeka
Kabar mengejutkan datang dari emiten pengembang kawasan industri, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang terancam gagal bayar atas surat utang (notes) senior yang diterbitkan anak perusahaan. Manajemen Jababeka menyatakan, risiko gagal bayar itu bukan disebabkan karena kinerja perseroan yang kurang baik, melainkan karena korban dari "acting in concert".

"Ini perusahaan jadi victim dari acting in concert, bukan karena kinerja, kalau kinerja berbeda," ungkap Direktur Utama Jababeka Budianto Liman, saat konferensi pers di Jakarta, Senin (9/7/2019).

Acting in concert yang dimaksud Budianto adalah pihak-pihak yang berada di bawah kendali PT Imakotama dan afilisasinya. Masalah ini bermula dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 26 Juni 2019 yang dalam salah satu agendanya membahas perubahan susunan anggota direksi dan komisaris.


Ini Penyebab Jababeka Gagal Bayar
[Gambas:Video CNBC] (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading