Analisis Teknikal IHSG

Suku Bunga BI Diprediksi Tetap, IHSG Berpeluang Naik Lagi

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
20 June 2019 08:40
Suku Bunga BI Diprediksi Tetap, IHSG Berpeluang Naik Lagi
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam 2 hari perdagangan terakhir berhasil menguat di atas 1%. Pada perdagangan Rabu kemarin (19/6//2019, IHSG bahkan menguat hingga 1,3% ke level 6.339.

Untuk perdagangan hari Kamis ini (20/6/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan kembali menguat. Adapun level pergerakannya berada pada rentang 6.325 hingga 6.425.

Dari bursa Wall Street Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama pagi tadi semuanya ditutup menghijau. Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,15%, S&P 500 menguat 0,29%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,42%.


Faktor utama yang perhatian investor di bursa saham New York yakni hasil rapat komite pengambil kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC). Seperti yang sudah diperkirakan, Jerome 'Jay' Powell dan rekan kembali mempertahankan suku bunga acuan di 2,25-2,5%,.

Tidak hanya itu, Powell menyatakan bahwa prospek perekonomian AS pada dasarnya masih bagus (favourable). Akan tetapi ada risiko yang semakin meningkat, seperti friksi dagang AS dengan sejumlah negara, yang membuat investasi melambat.

Selain itu, ada pula risiko perlambatan ekonomi di negara-negara mitra dagang dan investasi AS.

Dari dalam negeri, pelaku pasar kembali menantikan pengumuman suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI). Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate masih bertahan di 6%. Namun, suara-suara yang memperkirakan penurunan 25 bps (basis poin) ke 5,75% sudah bermunculan.

Dalam rapat di DPR, Gubernur Perry Warjiyo menyatakan ada ruang penurunan suku bunga acuan. Namun BI tetap mempertimbangkan faktor lain yaitu stabilitas eksternal yang tercermin dari Neraca Pembayaran Indonesia (NPI).

Dari sisi teknikal, IHSG masih pada posisi jalur penguatan. Indeks cukup mantap bergerak di atas rata-rata nilainya dalam 5 hari terakhir (moving average/MA5).

Pola lilin putih penuh (white marubozu) kembali terbentuk yang disertai gap up (celah kenaikan) menandakan IHSG sedang bullish. Gap up terbentuk karena IHSG dibuka dengan penguatan.


Sumber: Refinitiv

Penguatan yang terjadi kemarin kembali diikuti dengan volume transaksi yang meningkat. Nilai transaksi mencapai Rp 10,48 triliun, lebih tinggi dibandingkan transaksi kemarin pada angka Rp 8,36 triliun. Peningkatan volume tersebut menggambarkan antusiasme pelaku bursa saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading