Analisis

Inflasi Turun, Jangan Terkecoh Penguatan Poundsterling

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
19 June 2019 17:46
Inflasi Turun, Jangan Terkecoh Penguatan Poundsterling
Jakarta, CNBC Indonesia--Poundstserling menguat pada perdagangan Rabu (19/6/19), melanjutkan kinerja positif Selasa (18/6/19) kemarin. Tetapi jangan terkecoh, mata uang Inggris ini sedang dihantui banyak sentimen negatif yang bisa membalikkan arah sewaktu-waktu.

Selasa kemarin, poundsterling menyentuh level terendah sejak 3 Januari sebelum berbalik menguat. Pergerakan tersebut kemungkinan akibat technical rebound yang berlanjut pada hari ini. Pada pukul 16:40 WIB, poundsterling diperdagangkan di level US$ 1,2582, mengutip kuotasi MetaTrader 5.


Data terbaru dari Inggris menunjukkan inflasi Mei melambat menjadi 2,0% year-on-year (YoY) dibandingkan dengan bulan sebelumnya 2,1%. Penurunan inflasi ini tentunnya memberi ruang bagi Bank of England (BoE) untuk mempertahankan suku bunga.


BoE menjadi satu-satunya bank sentral utama yang masih tetap pada stance kenaikan suku bunga karena perekonomian Inggris yang masih kuat meski dihantam ketidakpastian Brexit.

Selain itu, tingginya inflasi yang lebih tinggi dari target BoE 2,0% juga menjadi alasan bank sentral pimpinan Mark Carney itu membuka peluang kenaikan suku bunga. Tetapi kini inflasi sudah kembali ke target, dan tekanan untuk menaikkan suku bunga semakin berkurang, yang tentunya bukan kabar bagus bagi poundsterling.

Selain inflasi, isu Brexit juga masih menjadi hantu utama poundsterling. Posisi Boris Johnson, tokoh euroskeptik, sebagai kandidat perdana menteri Inggris menguat setelah memenangi voting tahap kedua lingkup Partai Konservatif.

Boris Johnson sebelumnya berjanji akan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober dengan kesepakatan (Soft Brexit) atau tanpa kesepakatan sama sekali (Hard Brexit).

Hasil survei Reuters pada periode 11-15 Juni menunjukkan peluang terjadinya Hard Brexit pada 31 Oktober nanti sebesar 25%, naik dibandingkan survei sebelumnya yang dilakukan pada Mei sebesar 15%. Sekali lagi, potensi terjadinya Hard Brexit merupakan kabar buruk bagi poundsterling.

Satu hal yang bisa terus mendongkrak kinerja pound pada hari ini adalah Federal Reserve (The Fed) yang akan mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis (20/6/19) dini hari pukul 1:00 WIB. Jika The Fed mengindikasikan akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat (bulan Juli), pound berpeluang melaju menaklukkan dolar AS.

Analisis Teknikal
Inflasi Turun, Jangan Terkecoh Penguatan PoundsterlingGrafik: GBP/USD Harian
Sumber: MetaTrader 5

Tekanan turun bagi poundsterling cukup besar melihat posisinya saat ini berada di bawah rerata pergerakan (Moving Average/MA) 125 hari (garis biru), MA 21 hari (garis hijau), serta MA 8 hari (garis merah).


Sementara indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) berada di zona negatif dengan histogram yang semakin turun, memberikan gambaran sentimen bearish investor terhadap pound.

Tekanan turun terhadap pound sedikit mereda setelah kembali bergerak di atas level US$ 1,2558.
Inflasi Turun, Jangan Terkecoh Penguatan PoundsterlingGrafik: GBP/USD 30 Menit
Sumber: MetaTrader 5

Pada time frame 30 menit, GBP/USD bergerak di atas MA 8 dan 21, dan MA 125. Indikator MACD berada di wilayah di wilayah positif. Indikator-indikator ini memberikan peluang penguatan dalam jangka pendek.

Target penguatan terdekat ke area US$ 1,2600, jika mampu menembus dan bergerak konsisten ke atas level tersebut, poundsterling berpeluang menguat ke area US$ 1,2652.

Sementara jika gagal bergerak konsisten di atas US$ 1,2600 atau selama tidak menembus level tersebut, pound berpeluang turun melihat indikator Stochastic berada di wilayah jenuh beli (overbought).

Level US$ 1,2558 menjadi support (tahanan bawah) terdekat, jika mampu dilewati GBP/USD berpeluang turun ke US$ 1,2508, bahkan ada peluang lebih dalam ke US$ 1,2475.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading