Northstar Perlahan Lego Saham Centratama, Ada Apa?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
13 June 2019 11:57
Northstar Perlahan Lego Saham Centratama, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan investasi Northstar Equity melalui Clover Universal Enterprise Ltd diketahui perlahan melepas kepemilikan saham di emiten pengelola menara telekomunikasi, PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT).

Berdasarkan data kepemilikan saham CENT yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga Mei 2019, terungkap bahwa porsi saham Clover terus berkurang dari Januari 2019.

Pada Mei, saham Clover Universal di Centratama tersisa 12.099.078.758 saham atau mewakili 38,80% saham perseroan.



Sisa saham CENT dipegang oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sebesar 6,78%, UOB Kay Hian Pte Ltd 21,21% dan Zico Allshores Trust Pte Ptd Trustee of Alpha Growht Fund di Singapura yakni 17,45%. Sementara sisa saham yakni milik investor lainnya termasuk publik sebesar 15,76%.

Pada Januari lalu, saham Clover masih sebanyak 12.242.946.366 saham atau 39,26% saham, sementara saham Trimegah 6,32%, UOB Kay Hian 21,21%, Zico 17,64%, sisanya investor lain 15,73%. Berarti perusahaan private equity yang didirikan Patrick Walujo ini lewat Clover menjual 143.867.608 saham yang dibeli Trimegah dan investor publik, mengingat ada pertambahan saham milik Trimegah dan investor lainnya.

Jika diasumsikan dengan harga rata-rata saat ini yakni Rp 92/saham, maka Clover mengantongi dana sekitar Rp 13,24 miliar. Clover masuk ke Centratama pada pada awal tahun 2013.

Dokumen keterbukaan CENT menunjukkan, pemegang saham akhir dari Clover yang berbasis di Virgin Islands ini yakni Northstar Equity Partners III Limited.

Hingga kini, belum ada informasi mengapa Northstar mencicil melepas saham CENT. 

Sebelum melepas Centratama, pada Februari 2019, Northstar juga dikabarkan melepas saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Co Founder, Managing Partner & Member of Investment Committee Northstar Patrick Walujo ketika itu enggan bicara banyak soal hal tersebut, dan sempat berkomentar singkat.

"Ah enggak (tidak) benar. Masih di dalam situ, enggak bener. Isu saja," kata Patrick kepada jurnalis CNBC Indonesia, saat ditemui di peresmian gedung baru PT Astra International Tbk (ASII), Rabu (20/02/2019).

Dari sisi kinerja, Centratama fokus pada jasa dan investasi, termasuk penyediaan, penyewaan, dan pengelolaan menara telekomunikasi atau Base Tranceiver Stations (BTS), serta alat, sarana atau instalasi penunjang telekomunikasi.

Yan Raymond Jafri, Direktur Utama Centratama, dalam dokumen paparan publik 3 Mei lalu, mengatakan di akhir kuartal I-2019, perseroan mengelola 1.801 site menara dengan 2.576 tenant (penyewa), yang mengimplikasikan pertumbuhan jumlah tenant sebesar 28,3% yoy dan rasio tenasi 1,43 kali.

Laporan keuangan mencatat, perseroan berhasil mencetak laba bersih menjadi Rp 8,7 miliar dari periode kuartal I-2018 yang merugi Rp 26,8 miliar. Utang bersih pada periode itu mencapai Rp 1,3 triliun dan mengimpilkasikan radio net debt (utang bersih) terhadap EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) yang disetahunkan sebanyak 2,2 kali.

Simak capex atau belanda modal CENT pada tahun ini.
[Gambas:Video CNBC]
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading