TV Tanoesoedibjo & Sariatmadja Bersaing, Mana yang Unggul?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
12 June 2019 08:07
TV Tanoesoedibjo & Sariatmadja Bersaing, Mana yang Unggul?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja emiten stasiun televisi (TV) mengalami peningkatan selama Ramadan 2019. Riset Danareksa Sekuritas hampir semua stasiun TV tumbuh positif karena peningkatan pendapatan dari iklan selama ramadan.

Hasil riset Danareksa Sekuritas mengungkapkan, stasiun televisi (TV) milik Hary Tanoesoedibjo di bawah PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) masih memimpin dengan pangsa pasar (audience share) terbesar, sedangkan televisi di bawah grup milik keluarga Sariaatmadja, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) pangsa pasarnya mengalami kenaikan.

Analis Danareksa Sekuritas, Ignatius Teguh Prayoga, mengemukakan selama Ramadan, mengacu survei AC Nielsen terbaru, MNCN masih memimpin dari sisi pangsa pasar. Secara year to date, pangsa pasar televisi Indonesia sebesar 34,7% dikuasai MNCN, lalu 31,2% dikuasai SCMA, kelompok VIVA berada di urutan ketiga dengan rata rata audience share 16%, sisanya Transmedia 14,1%.

Ignatius menambahkan, pangsa pemirsa SCMA meningkat pada Mei 2019 menjadi sebesar 31,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya 31%. Hal ini disebabkan adanya beberapa program TV baru yang diproduksi untuk musim Ramadhan.


"Peningkatan ini didukung oleh peningkatan pangsa pemirsa prime time dan non-prime time," kata Ignatius, dalam riset yang diperoleh CNBC Indonesia, Selasa (11/6/2019).

Sementara, kinerja MNCN juga masih lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar 32,8%. Namun, audience share pada Mei mengalami penurunan dari 35,5% di bulan April 2019 menjadi 34,4% pada Mei 2019.

"Pangsa pemirsa yang lebih rendah mencerminkan penurunan pangsa pemirsa prime time dan non-prime setiap bulan," tulis Ignatius.

Namun, menurut dia, MNCN menarik untuk beli mengingat hasil kinerja triwulan pertama 2019 yang cukup baik. Namun masih ada risiko yang harus dicermati antara lain persaingan yang lebih ketat, tekanan eksternal pada bisnis klien sebagai pengiklan, biaya konten yang lebih tinggi serta pemirsa televisi yang beralih ke medium hiburan digital.

Dijelaskan Ignatius, dari sisi kinerja selama Ramadan, SCMA dan MNCN terlihat menarik dengan harga saham keduanya sekarang ini, tentunya hal ini juga didukung oleh strategi pengembangan media digital yang lebih masif dan menghasilkan keuntungan dari bisnis konten digital.

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading