Perkenalkan RCTI+, Saham Media Hary Tanoe Melesat

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
28 May 2019 14:26
Perkenalkan RCTI+, Saham Media Hary Tanoe Melesat
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada akhir perdagangan bursa saham sesi I hari ini (28/5/2019), emiten media milik Hary Tanoe, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) menduduki posisi teratas di kategori top gainers.

Harga saham MNCN melesat 7,83% ke level Rp 1.170/unit saham, dimana ini merupakan harga tertinggi sejak 8 Juni 2018. Saham perusahaan juga aktif diperdagangkan dengan volume perdagangan mencapai 63,43 juta transaksi, padahal rerata transaksi hariannya hanya 31,33 juta transaksi.

Investor tampaknya mulai memburu saham MNCN karena perusahaan terus berusaha mengembangkan bisnisnya dengan memperkenalkan layanan baru.


Melansir press release kemarin (27/5/2019), manajemen perusahaan menyampaikan telah menjalin kerja sama dengan YouTube melalui cucu usahanya PT Suara Mas Abadi (Star Hits). Kerja sama tersebut terkait pengoperasian Multi-Channel Network (MCN) yang sudah mulai efektif per Mei 2019.

MNCN berharap kerja sama tersebut dapat membantu memaksimalkan potensi anak usaha perusahaan terutama terkait keterampilan pembuatan konten dan kualitas produksi.

Sementara itu, dalam press release yang sama MNCN mengklaim sebagai emiten media pembuat konten terbesar yang juga mampu menarik penonton (traffic view) terbesar di YouTube Indonesia.

Hal ini dikarenakan MNCN mengunggah rata-rata 12.000 konten video baru per hari, dimana ini mampu menghasilkan 3-4 miliar menit streaming setiap bulan di channel YouTube miliknya.

Lebih lanjut, belum lama ini perusahaan juga menyampaikan akan memperkenalkan platform digital baru bernama RCTI+ pada kuartal ketiga 2019.

RCTI+ akan memberikan jasa siaran langsung saluran TV tidak berbayar (Free To Air/FTA), perpustakaan, dan konten kreatif. Mayoritas konten kreatif hanya dapat diakses oleh pengguna RCTI+.

MNCN juga sudah menanamkan investasi pada salah satu penyedia layanan hiburan digital di Asia Tenggara, Iflix. Dengan kemitraan tersebut, Iflix akan dapat membeli 10.000 jam konten dari program utama MNC untuk ditayangkan (streaming) secara eksklusif langsung di Iflix.

Hal ini berarti program dan konten miliki perusahaan akan lebih banyak diakses oleh pengguna di penjuru Asia Tenggara. Alhasil, bargaining power (daya tawar) untuk pemasukan iklan menjadi lebih basar.

Sepanjang tahun 2019, perusahaan menargetkan bahwa pemasukan dari iklan kreatif (creative ads) akan tumbuh setidaknya 50% dibandingkan tahun lalu menjadi sekitar Rp 300 miliar.

Lebih lanjut, dengan inisiatif di atas perusahaan yakin bahwa pemasukan akan naik 100% per tahun dalam dua tahun ke depan.

Untuk diketahui, pada 3 bulan pertama tahun ini, laba bersih perusahaan meroket hampir dua kali lipat (99,85% secara tahunan) menjadi Rp 547,68 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 274,04 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading