China Tuding AS Penyebab Negosiasi Dagang Tak Berhasil

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
03 June 2019 12:44
China Tuding AS Penyebab Negosiasi Dagang Tak Berhasil
Jakarta, CNBC Indonesia - China memberikan pernyataan resmi terkait gagalnya perundingan dagang Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Dalam dokumen pernyataan resmi (white paper) yang dibuat pemerintah China, disebutkan ada gap besar antara keduanya sehingga tak terjadi kesepakatan.

Dokumen tersebut menyebutkan terganggunya perdagangan kedua negara, seperti yang diklaim oleh AS sebelumnya, telah berdampak negatif bagi dunia. Ditulis pula dalam dokumen tersebut negosiator AS tidak dapat dipercaya dan Pemerintah China berharap ada dialog yang setara, saling menguntungkan dan salin percaya.

Pada saat konferensi pers kemarin, Minggu (02/05/2019) Wakil Menteri Perdagangan Wang Shouwen mengatakan tindakan AS selama satu bulan terakhir adalah alasan utama tak ada kemajuan dalam negosiasi kedua negara.

"Selama konsultasi, Tiongkok telah mengatasi banyak kesulitan dan mengedepankan solusi pragmatis. Namun, Amerika membuatnya mundur, diberi satu inci, mereka minta lebih besar," kata Wang yang dikutip dari CNBC.


Kondisi tersebut membuat China memutuskan menarik semua poin yang menjadi dasar negosiasi kedua negara beberapa minggu lalu.

China menanggapi terkait adanya buku putih yang menggambarkan kesenjangan perdagangan kedua negara. Dia menyebut keberadaan dokumen tersebut justru dapat menimbulkan disrupsi perdagangan dan berdampak negatif pada dunia.

Karena hal ini, Wang juga tak mengkonfirmasi apakah nanti Presiden Trump dan Presiden Xi akan bertemu pada pertemuan negara G20 di Jepang akhir bulan ini. Meski dia menyatakan perwakilan China akan datang ke pertemuan tersebut.

Selain itu, dia juga menyatakan etiap perusahaan asing yang bertindak melawan hukum Tiongkok akan menjadi subyek investigasi.

"Nothing is agreed until everything is agreed (Tak ada kesepakatan sampai semuanya disepakati)," kata dia mengutip pejabat Uni Eropa dan Inggris dalam pembicaraan Brexit.

Bulan lalu Amerika menyebutkan akan menaikkan tarif atas US$ 200 miliar barang atas China dana akan mereview kenaikan atas US$ 300 miliar barang lainnya.

Amerika juga menempatkan Huawei dalam daftar perusahaan yang dilarang melakukan bisnis dengan perusahaan asal Amerika.

Namun, seiring dengan perkembangan Amerika akhirnya sepakat untuk tak menaikkan tarif jika kesepakatan dengan China tercapai. Salah satu hal yang ditawarkan adalah kesepakatan mengenai praktik yang dilakukan China yang memaksa perusahaan asing menyerahkan teknologinya atas imbal masuk ke pasar China alias transfer teknologi.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading