Bangun 2 Pabrik, Charoen Jor-joran Siapkan Capex Rp 2,5 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 May 2019 17:54
CPIN memasang target investasi tahun ini dengan nilai yang terbilang besar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pakan ternak dan perunggasan (poultry) PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memasang target investasi tahun ini dengan nilai yang terbilang besar.

Perseroan bahkan menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 2,5 triliun yang akan digunakan sebagian untuk meningkatkan kapasitas produksi pakan ternak yang selama ini berkontribusi paling besar untuk pendapatan perusahaan.

Dana capex tersebut akan dipakai menambah lagi dua pabrik baru dengan kapasitas total mencapai 1 juta-1,5 juta ton di Semarang dan Padang.



Presiden Direktur Charoen Pokphand, Tjiu Thomas Effendy mengatakan dana capex tersebut adalah besaran total belanja modal tahun ini. Sebagian besar memang akan digunakan untuk membangun pabrik baru tersebut guna menambah produksi pakan ternak.

"Setengah dari belanja modal tahun ini akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi pakan ternak. Saat ini sedang dalam pengerjaan, ada sebagian sudah dimulai tahun lalu dan kuartal [tahun] ini operasional di Semarang dan di Padang mulai tahun ini dibangun. Jadi Rp 1,2 triliun untuk pabrik," kata Thomas di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (23/5).

Dari nilai capex itu, senilai Rp 625 miliar akan digunakan perusahaan untuk menaikkan kapasitas budidaya unggas, baik itu untuk bibit ayam (day old chicken/DOC) maupun ayam potong hidup (life bird).


Adapun senilai Rp 400 miliar dana capex akan digunakan untuk menambah silo (tempat menyimpan hasil pertanian) dan mesin pengering jagung atau corndryer yang targetnya bisa menjadi 740.000 ton.

Saat ini kapasitas silo yang dimiliki CPIN mencapai 370.000 ton, masih dalam pengerjaan saat ini berkapasitas 170. Dengan capex ini perusahaan akan menambah kapasitasnya sebesar 200.000 ton.

"Karena tidak boleh impor jagung dan ada musimnya. Saat musim panen harga bisa di bawah Rp 4.000 per kg, sekarang Rp 4.400-Rp 4.500 untuk nasional dan kalau tidak panen bisa di atas Rp 5.000 makanya kami alokasikan dana investasi dryer, silo dan gudang untuk antisipasi panen jagung jadi ada storage," jelas dia.

Sisa dana capex senilai Rp 250 miliar akan digunakan untuk meningkatkan produksi di divisi food dengan menambah kapasitas di tiap pabrik perseroan yang berlokasi di Medan (Sumut), Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading