Kuartal III Hary Tanoe akan Perkenalkan RCTI+, Apa Itu?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
20 May 2019 11:46
Kuartal III Hary Tanoe akan Perkenalkan RCTI+, Apa Itu?
Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu pemain besar industri televisi nasional, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) pada kuartal ketiga tahun ini akan memperkenalkan platform digital baru bernama RCTI+.

Melansir press release perusahaan hari ini (20 Mei 2019), RCTI+ akan memberikan jasa siaran langsung saluran TV tidak berbayar (Free To Air/FTA), perpustakaan, dan konten kreatif yang merupakan unggulan platform baru satu ini.

Perusahaan menyampaikan bahwa mayoritas konten kreatif pada RCTI+ hanya bisa diakses oleh penggunanya, dimana konten tersebut terdiri dari bloopers (adegan yang salah), behind the scene (adegan di belakang layar), audisi, kuis, dan serial web.

Sementara itu, MNCN menyampaikan bahwa perusahaan memimpin dalam basis pengikut di social media dengan lebih dari 37 juta subscriber di halaman YouTube, dan total lebih dari 48 juta user di semua jaringan media sosial yang dimiliki perusahaan.


Seiring dengan ekspansi besar-besaran pada anggaran iklan digital dan konten, MNCN juga mengembangkan aktifitas digital diantaranya digital mobile, online portal, konten digital untuk media sosial, lisensi konten, dan platform streaming lainnya.

Sebagai informasi, belum lama ini perusahaan sudah menanamkan investasi pada salah satu penyedia layanan hiburan digital di Asia Tenggara, Iflix. Dengan kemitraan tersebut, Iflix akan dapat membeli 10.000 jam konten dari program utama MNC untuk ditayangkan (streaming) secara eksklusif langsung di Iflix.

Iflix saat ini tersedia untuk pelanggan di beberapa negara termasuk Indonesia, Filipina, Thailand, Brunei, Sri Lanka, Pakistan, Myanmar dan Vietnam, selain kantor pusatnya di Malaysia. Lebih lanjut, layanan ini juga akan tersedia di negara lainnya termasuk Maladewa, Kuwait, Bahrain dan Arab Saudi.

Hal ini berarti program dan konten miliki perusahaan akan lebih banyak diakses oleh pengguna di penjuru Asia Tenggara. Alhasil, bargaining power (daya tawar) untuk pemasukan iklan menjadi lebih basar.

Sepanjang tahun 2019, perusahaan menargetkan bahwa pemasukan dari iklan kreatif (creative ads) akan tumbuh setidaknya 50% dibandingkan tahun lalu menjadi sekitar Rp 300 miliar.

Lebih lanjut, dengan inisiatif di atas perusahaan yakin bahwa pemasukan akan naik 100% per tahun dalam dua tahun ke depan.

Untuk diketahui, pada 3 bulan pertama tahun ini, laba bersih perusahaan meroket hampir dua kali lipat (99,85% YoY) menjadi Rp 547,68 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 274,04 miliar.

Pertumbuhan laba bersih yang fantastis pada kuartal pertama tahun ini didukung dari kenaikan pendapatan konten dan iklan digital. Terlebih lagi, tidak seperti periode sebelumnya, pada periode ini perusahaan mencatatkan keuntungan atas selisih kurs mencapai Rp 70,34 miliar. (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading