Iklan Digital Melesat, Laba MNC di 2018 Capai Rp 1,61 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
27 February 2019 11:57
Iklan Digital Melesat, Laba MNC di 2018 Capai Rp 1,61 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten media milik taipan Hary Tanoesoedibjo, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mencatat laba bersih (belum diaudit) naik 2% menjadi Rp 1,61 triliun pada tahun lalu dari pencapaian laba bersih 2017 sebesar Rp 1,57 triliun.

Adapun e
bitda (earning before interest, tax, depreciation and amortisation) atau laba sebelum beban bunga, beban pajak, beban depresiasi, dan beban amortisasi juga naik 2% menjadi Rp 3,15 triliun dari sebelumnya Rp 3,09 triliun. Margin laba bersih atau net income margin menjadi 22%, tak tauh berbeda dari sebelumnya, sedangkan ebitda margin di level 42%, turun dari sebelumnya 44%.

Dalam keterangan resminya, manajemen MNCN mengungkapkan laba perusahaan ditopang peningkatan pendapatan. Tahun lalu, pendapatan naik 6% menjadi Rp 7,44 triliun, dari tahun sebelumnya Rp 7,05 triliun.

Menariknya, pendapatan terbesar MNCN dari bisnis iklan ini naik mencapai 8% menjadi Rp 7,24 triliun dari sebelumnya Rp 6,73 triliun. Iklan digital bahkan melesat hingga 192% menjadi Rp 261 miliar dari hanya Rp 89 miliar. Jumlah iklan digital ini mewakili 3,6% dari total pendapatan, atau 43,9% dari pendapatan bersih perusahaan di tahun lalu.

"Kami mencapai pertumbuhan yang sehat dan memperoleh peringkat TV atau rating yang baik. Tantangan dalam pengembangan pasar yang dipimpin oleh teknologi, telah menjadi peluang bagi kami untuk berinovasi dan tumbuh lebih kuat," kata Chairman MNC Group Hary Tanoe dalam siaran pers, Rabu (27/2/2019).

Secara kuartal, pendapatan iklan terjadi pada kuartal 4/2018 yang naik 10% menjadi Rp 1,88 triliun dari Rp 1,71 triliun. Pendapatan ini diatribusikan dari pendapatan grup (paket bundling dari beberapa siaran televisi FTA atau free to air), naik hingga 10 kali lipat dari Rp 15,5 miliar menjadi Rp 160,6 miliar, merefleksikan strategi dan sinergi yang baik di MNC Group.


Pendapatan konten juga naik kendati tipis hanya
4% menjadi Rp 1,52 triliun dari Rp 1,47 triliun, sementara pendapatan non-core bisnis amblas 44% menjadi Rp 200 miliar dari sebelumnya Rp 360 miliar. Bisnis non-inti ini diantaranya bisnis radio dan media cetak yang memberikan porsi kecil terhadap perusahaan. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading