Mimpi Kuasai Bisnis Telco di Asia, Siapa Telenor Group?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
07 May 2019 18:16
Mimpi Kuasai Bisnis Telco di Asia, Siapa Telenor Group?
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan telekomunikasi asal Norwegia, Telenor Group, bersama dengan induk usaha PT XL Axiata Tbk (EXCL), Axiata Berhad di Malaysia, menjajaki penggabungan bisnis di perusahaan infrastruktur dan telekomunikasi MergeCo guna meningkatkan penetrasi di Asia.

Rencananya Telenor Group akan menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 56,5% di MergeCo, sementara Axiata akan memiliki 43,5%. Keduanya menegaskan tahapan ini masih dalam penyesuaian dan akan menuju uji tuntas (due dilligence).

Telenor bahkan sudah menunjuk bank investasi, Citi, sebagai penasehat investasi untuk transaksi tersebut.


"Hari ini [Senin 6 Mei] kami mengumumkan bahwa Telenor dan Axiata sedang dalam diskusi tentang bergabungnya kekuatan di Asia, salah satu kawasan paling dinamis dan inovatif di dunia," kata Gunn Wærsted, Chairman Telenor Group, dalam siaran pers, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (7/5/2019).


"Bersama-sama, kami ingin menciptakan perusahaan telekomunikasi dan infrastruktur di Asia terkemuka dan terdiversifikasi dengan potensi sinergi dan operasi regional yang kuat. Ini adalah strategi Telenor untuk mengembangkan dan menciptakan nilai dari aset inti telekomunikasi kami di wilayah Nordik dan Asia," katanya lagi.

Dengan penggabungan ini, MergeCo akan memiliki hampir 300 juta pelanggan dan menjadi salah satu perusahaan infrastruktur seluler terbesar di Asia yang mengoperasikan sekitar 60.000 menara di seluruh Asia.

MergeCo akan memiliki kantor pusat operasional di Kuala Lumpur, Malaysia, dan akan terdaftar di bursa saham internasional, juga Bursa Efek Malaysia. Di Negeri Jiran itu, MergeCo juga bertujuan untuk menggabungkan Celcom dan Digi, dengan MergeCo sebagai pemilik saham mayoritas.

Manajemen Telenor mengungkapkan, dengan menyatukan dua organisasi yang kuat, maka akan ada peluang sinergi yang diperkirakan nilainya mencapai US$ 5 miliar atau 43 miliar krona Norwegia (NOK). Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 71 triliun, dengan asumsi kurs Rp 14.200/US$ dan kurs NOK Rp 1.641.

MergeCo akan mengambil peran aktif dalam mempercepat transformasi teknologi dan digitalisasi di Malaysia dan di seluruh Asia, dan berencana untuk mendirikan Pusat Penelitian dan Inovasi Malaysia untuk teknologi tercanggih seperti 5G, Internet of Things, dan inteligensi buatan.

"Dengan menciptakan salah satu pemain telekomunikasi terkemuka di Asia, dengan operasi regional yang kuat di sembilan negara dan hampir 300 juta pelanggan, kami akan menggabungkan skala dan kompetensi, sehingga membuka sinergi yang cukup besar. Saya yakin ini akan menciptakan nilai signifikan bagi pemegang saham dan akan bermanfaat bagi pelanggan kami," kata Sigve Brekke, Presiden dan Chief Executive Officer Telenor Group, dalam siaran pers tersebut.

Bagaimana sebetulnya jejak Telenor?

Jejaring bisnis Telenor di Asia mencakup Thailand, Malaysia, Bangladesh, Pakistan, India, dan Myanmar. Sementara, Axiata memiliki perusahaan yang beroperasi di Malaysia, Bangladesh, Kamboja, Nepal, Sri Lanka dan Indonesia.

Telenor Group adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar dunia dengan pengalaman lebih dari 160 tahun dengan pangsa pasar tersebar di Eropa (Skandinavia) dan Asia.

Raksasa telekomunikasi Eropa ini memulai usaha sebagai operator yang memonopoli penyedia layanan telegraf di Norwegia dengan nama "Telegrafverket". Perusahaan kemudian memperluas bisnisnya di jasa telepon, jasa data dan konten internet, juga masuk ke layanan internet broadband, TV, dan radio.

Selanjutnya, Telenor juga mengepakkan sayapnya di kawasan Asia setidaknya lebih dari 20 tahun.

Sepanjang tahun 2018, mengutip data situs resmi perusahaan, Telenor berhasil membukukan pendapatan sebesar NOK 110 miliar atau setara Rp 180,51 triliun.

Sementara itu, pada kuartal I-2019 pendapatan perusahaan mencapai NOK 27,71 juta, di mana sekitar 55% pendapatan berasal dari kawasan Asia.

Konsolidasi terus dilakukan perusahaan. Misalnya pada 21 Maret 2018, Telenor mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian untuk menjual asetnya di Eropa Tengah dan Timur ke Grup PPF sebesar EUR 2,8 miliar atau sekitar NOK 27 miliar.

Tahun lalu, Uni Eropa bahkan memberikan Telenor Group tanggungjawab dalam mengkoordinasikan proyek di Eropa untuk mempercepat jaringan 5G di seluruh Eropa. Proyek ini bernama, 5G Verticals INNovation Infrastructure (5G-VINNI), terdiri dari 23 mitra termasuk operator telekomunikasi besar, para akademisi, dan vendor industri telco.

Lantas, akankah kemitraan dengan Telenor Group ini akan berpengaruh ke bisnis XL Axiata di Indonesia? (dwa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading