Axiata Dilebur ke Telenor Norwegia? Saham XL Axiata Melesat

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
07 May 2019 15:18
Harga saham emiten telekomunikasi asal Malaysia, PT XL Axiata Tbk (EXCL) bertahan dengan kenaikan 5,96% di level Rp 3.020/saham.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten telekomunikasi asal Malaysia, PT XL Axiata Tbk (EXCL) bertahan dengan kenaikan 5,96% di level Rp 3.020/saham pada perdagangan Selasa (7/5/2019), setelah didorong sentimen kinerja keuangan yang positif.

Selain itu, kenaikan saham XL Axiata juga ditambah dengan sentimen positif kabar penjajakan merger dari induk usaha EXCL dengan perusahaan telekomunikasi Norwegian Telenor Group di Asia.

Mengacu data perdagangan, saham EXCL pada sesi II, pukul 14.56 WIB, naik 5,96% di level Rp 3.020/saham. Kendati kenaikan harga sahamnya sama dengan sesi I, tapi terjadi kenaikan dari sisi nilai transaksi yang naik menjadi Rp 92,64 miliar dengan volume perdagangan 30,81 juta
 saham.



Pada sesi I, nilai transaksi baru Rp 42,06 miliar dengan volume perdagangan 14,39 juta saham.

Investor asing hari ini masuk Rp 5,94 miliar dan secara year to date, asing justru melepas atau keluar dari EXCL mencapai Rp 381 miliar di pasar reguler.

Media The Star melaporkan, Axiata Group Bhd., induk usaha XL Axiata, yang berbasis di Malaysia, sedang berdiskusi dengan Norwegian Telenor Group untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi mereka di Asia.

AmInvestment Research, dikutip The Star, merilis riset terkait dengan rencana ini. Dalam risetnya, AmInvestment mengharapkan Norwegia Telenor Group, yang memiliki 49% saham di Digi.com, bisa memiliki saham mayoritas dalam merger bisnis di Asia dengan Axiata Group.


Alasannya, Telenor bisa memiliki saham mayoritas di entitas tersebut karena akan mendorong EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) dan basis pendapatan yang lebih besar.

"Secara keseluruhan, akan positif jika kesepakatan ini (merger) terwujud karena ini dapat mengurangi jumlah pesaing, secara efektif memungkinkan entitas yang bergabung ini untuk melompat ke posisi teratas dari sisi pangsa pasar di negara-negara yang terlibat dalam merger ini," tulis riset tersebut, dikutip, Selasa (7/5/2019).

AmInvest Research mengutip laporan yang mengatakan Axiata dan Telenor telah menunjuk bank investasi asing untuk memberi nasihat tentang merger operasi mereka di Asia, tapi tidak termasuk operasi Axiata di India dan Nepal.

Kedua perusahaan beroperasi di Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh dan Pakistan. Di negara-negara di mana Telenor tidak hadir, Axiata juga beroperasi di India, Sri Lanka, Nepal, Kamboja, dan Indonesia.

Di sisi lain, dari sisi kinerja, berdasarkan laporan keuangan perseroan kuartal I-2019, EXCL mampu membukukan peningkatan laba bersih naik nyaris empat kali lipat, padahal total penjualan perusahaan tidak mampu naik dua digit.

Pada 3 bulan pertama tahun ini, laba bersih EXCL meroket 270,59% year-on-year (YoY) menjadi Rp 57,19 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 15,43 miliar.
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading