Ini Daftar Anak dan Cucu Usaha TPS Food yang Terancam Pailit

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
07 May 2019 15:25
Putusan pailit anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) merupakan rangkaian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Foto: tigapilar.com
Jakarta, CNBC Indonesia - Putusan pailit anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) atau TPS Food, yakni PT Dunia Pangan, merupakan rangkaian proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap beberapa anak dan cucu usaha perseroan.

Putusan pailit yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Semarang yang baru keluar adalah untuk Dunia Pangan dan cucu usaha TPS Food yakni PT Jatisari Srirejeki, PT Indo Beras Unggul dan PT Sukses Abadi Karya Inti. PKPU ini berdasarkan surat Nomor 15/Pdt.Sus.PKPU/2018/PN.Smg.

Terkait dengan PKPU ini, pada 28 November 2018 sudah dilaksanakan rapat kreditor di mana para kreditor memberikan perpanjangan waktu selama 60 hari.



Majelis hakim pada 29 November 2018 sudah menyetujui rencana tersebut, sehingga PKPU diperpanjang sampai 28 Januari 2019.

Selain terhadap empat perusahaan tersebut, PKPU juga diproses untuk anak usaha TPS Food, cucu usahanya, dan TPS Food sendiri, berdasarkan surat PKPU Nomor 121/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Jkt.Pst terhadap TPS Food.

Lalu surat PKPU Nomor 117/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Jkt.Pst menungkapkanya adanya PKPU terhadap PT Balaraja Bisco Paloma dan PT Putra Taro Paloma.

PKPU lainnya dialami PT Tiga Pilar Sejahtera dan PT Poly Meditra Indonesia, sesuai dengan surat PKU Nomor 18/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Jkt.Pst terhadap 

Masing-masing PKPU memilik tenggat perpanjangan yang berbeda-beda. Artinya, setelah putusan Pengadilan Negeri Semarang, perseroan berpotensi akan menghadapi putusan-putusan pengadilan pailit selanjutnya jika tak terjadi kesepakatan dengan kreditor.

Manajemen TPS Food menyatakan sedang menyiapkan langkah hukum untuk merespons putusan pailit yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Semarang tersebut.

Direktur Utama TPS Food Hengky Koestanto mengatakan sedang mendiskusikan hal ini dengan tim legal perseroan untuk mengambil langkah selanjutnya.

"Kami masih rapat dengan (tim) legal," kata Hengky menjawab pesan singkat CNBC Indonesia saat ditanya soal putusan Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (07/05/2019).

Sekretaris Perusahaan Michael Hadylaya juga menyampaikan bahwa perusahaan sudah mendengar putusan tersebut.

"Kami dengar seperti ini, cuma kami belum dapat salinan putusannya," kata Michael, saat dihubungi CNBC Indonesia pada waktu yang sama.

Adapun proses PKPU Dunia Pangan, Jatisari Rejeki, Indo Beras Unggul, Sukses Abadi Inti Karya, Tiga Pilar Sejahtera, dan PT Polymeditra Indonesia terjadi di Pengadilan Niaga Semarang. Sementara Putra Taro Paloma dan Balaraja Bisco Paloma, proses PKPU-nya dilaksanakan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Manajemen baru saat ini hanya memegang kendali untuk tiga anak usaha di entitas food, yakni Putra Taro Polama, Subafood Pangan Jaya dan Surya Cakra Sejahtera.

Sementara entitas ini memiliki tujuh anak usaha, empat lainnya masih berada di bawah kendali manajemen lama yang dipimpin oleh Stefanus Joko Mogoginta.

Artikel Selanjutnya

Masih Tekor! Rugi Bersih Tiga Pilar Q3 Susut Jadi Rp 60 M


(hps/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading