Geopolitik Tegang, ICP April 2019 Tembus US$ 68,31 Per Barel

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
07 May 2019 - 12:55
Geopolitik Tegang, ICP April 2019 Tembus US$ 68,31 Per Barel
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada April 2019 tercatat sebesar US$ 68,31 per barel. Harga ini mengalami kenaikan US$ 4,71 per barel dari yang sebelumnya US$ 63,60 per barel pada Maret 2019.

Sedangkan, untuk harga Sumatran Light Crude (SLC) pada April 2019 juga mengalami kenaikan mejadi US$ 69,44 per barel, atau sebesar US$ 4,66 per barel dari yang sebelumnya US$ 64,78 per barel pada Maret 2019.

Adapun, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada April 2019 dibandingkan Maret 2019 mengalami kenaikan menjadi sebagai berikut:


- Dated Brent naik US$ 5,14 per barel dari US$ 66,12 per barel menjadi US$ 71,26 per barel.
- WTI (Nymex) naik US$ 5,70 per barel dari US$ 58,17 per barel menjadi US$ 63,87 per barel.
- Basket OPEC naik US$ 4,36 per barel dari US$ 66,37 per barel menjadi US$ 70,73 per barel.
- Brent (ICE) naik US$ 4,60 per barel dari US$ 67,03 per barel menjadi US$ 71,63 per barel.



Berdasarkan data Kementerian ESDM, kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional, disebabkan oleh beberapa faktor, yakni ketegangan geopolitik di beberapa wilayah dunia, seperti keputusan Amerika Serikat (AS) untuk tidak akan memperpanjang waiver atas embargo ekspor minyak mentah Iran.

Selain itu, adanya peningkatan ketegangan politik yang mengarah pada perang saudara di Libya, yang berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah dari negara tersebut, dan masih berlanjutnya keputusan AS untuk mengembargo ekspor minyak mentah Venezuela.

Di samping itu, berkurangnya pasokan minyak mentah global juga dinilai menjadi faktor penyebab naiknya harga minyak. Berdasarkan publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) pada April 2019, pasokan minyak mentah OPEC turun sebesar 534.000 barel per hari dibandingkan publikasi bulan sebelumnya menjadi sebesar 30,02 juta barel per hari dan merupakan level terendah sejak Februari 2015.

Geopolitik Tegang, ICP April 2019 Tembus US$ 68,31 Per BarelFoto: REUTERS/Heinz-Peter Bader


Ditambah lagi, adanya periode pemeliharaan di sejumlah lapangan minyak di Ghana, Azerbaijan, dan Libya, serta peningkatan permintaan minyak mentah global terutama untuk sweet medium/heavy crude seiring sosialisasi pemberlakukan regulasi IMO (International Maritime Organization) di 2020 mengenai batasan kandungan sulfur dalam marine fuel (minyak bakar).

"Terjadi penghentian pasokan minyak mentah melalui jalur pipa Druzhba dari Rusia ke sejumlah negara di Eropa (±700.000 barel per hari) akibat kontaminasi Klorida yang berpotensi merusak fasilitas kilang," ujar Tim Harga Minyak Kementerian ESDM dalam keterangan resminya, Selasa (7/5/2019).



Sementara itu, Energy Information Administration (EIA) melaporkan:
a. Stok gasoline/bensin AS pada April 2019 turun sebesar 11,8 juta barel menjadi sebesar 225,8 juta barel dibandingkan stok di Maret 2019, dan
b. Stok distillate AS pada April 2019 turun sebesar 1,2 juta barel menjadi sebesar 127 juta barel dibandingkan stok di Maret 2019.

Sedangkan untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh peningkatan pertumbuhan konsumsi bahan bakar di Asia terutama di China karena adanya stimulus ekonomi dari pemerintah setempat dan di India akibat peningkatan permintaan minyak mentah di sektor petrokimia.

"Juga, produksi minyak mentah Kazakhstan yang turun sebesar 530.000 barel per hari di bawah produksi normal menjadi 1,45 juta barel per hari akibat periode maintenance di sejumlah lapangan minyak," pungkas Tim Harga Minyak.

Simak video terkait rentang harga minyak di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading